Online Batampos Terbaik Kedua Anugerah Jurnalistik Isu Perburuhan

642
Pesona Indonesia
Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri menyaksikan cover karya jurnalistik online batampos yang mengisahkan hidup tenaga kerja indonesia di Hongkong, pada pemaran pemenang dan nominasi karya Jurnalistik Isu Perburuhan di lantai 1 Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (23/3/2016). Foto: Ahmadi sultan/batampos.co.id
Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri menyaksikan cover karya jurnalistik online batampos yang mengisahkan kehidupan tenaga kerja indonesia di Hongkong, pada pemaran pemenang dan nominasi karya Jurnalistik Isu Perburuhan di lantai 1 Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (23/3/2016). Foto: Ahmadi sultan/batampos.co.id

batampos.co.id – Karya jurnalistik online batampos berjudul: “Cinta Berbahaya di Taman Victoria” menjadi terbaik kedua di Anugerah Liputan Media Terbaik tentang Isu Perburuhan dan Serikat Pekerja, yang digelar FNV (The Federatie Nederlandse Vakbeweging)– lembaga yang bergerak di bidang perburuhan yang berbasis di Belanda, bekerja sama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Pemberian anugerah tersebut digelar di Hall Stasiun Gambir di Jl. Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (23/3/2016). Acara ini dihadiri Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri dan sejumlah pejabat dan insan pers lainnya.

Seluruh karya pemenang dan nominasi dipamerkan di lantai 1, Stasiun Gambir, Jakarta, mulai Rabu hingga Sabtu, 23-26 Maret 2016.

Menteri Hanif memberi apresiasi karya batampos online tersebut. Ia sempat menyaksikan cover liputan tentang kisah tenaga kerja Indonesia di Hongkong itu.

Ya, karya jurnalitik online batampos tersebut memang mengisahkan kehidupan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Hongkong. Jurnalis batampos.co.id Ahmadi Sultan meliput langsung ke Hongkong selama beberapa hari.

“Alhamdulillah, masuk nominasi dan menjadi terbaik kedua bagi kami suatu kebanggaan karena menjadi cambuk buat kami untuk menghasilkan karya jurnalistik yang lebih baik lagi ke depannya,” ujar Ahmadi.

Sekjen AJI Indonesia, Arfi Bambani Amri mengatakan kompetisi ini merupakan wujud apresiasi bagi para jurnalis yang melakukan liputan tentang buruh dan serikat pekerja. Juga diharapkan dapat menjadi pemicu bagi jurnalis media cetak dan online untuk terus berkarya dalam liputan dengan isu perburuhan, di tengah-tengah banjir informasi dan hangatnya isu politik di Indonesia.

Penganugerahan Penghargaan akan diawali dengan diskusi bertema “PHK Buruh dan Perlindungan Sosial Masyarakat”. Tema ini sengaja jadi pokok bahasan karena isu gelombang PHK kian santer di industri manufaktur.

Selain itu, sektor media sebetulnya juga rentan mengalami PHK. Belum lama ini, dua media besar tutup dan mengakibatkan PHK terhadap ratusan orang pekerjanya.

Diskusi ini juga diharapkan dapat memberikan gambaran pada jurnalis tentang bagaimana pemerintah menyasar masyarakat terutama buruh formal dan informal dari kemiskinan karena ketiadaan pekerjaan atau terkena PHK. (nur)

Respon Anda?

komentar