Pemko Tanjungpinang Bangun Dermaga Sepanjang 550 Meter, Hubungkan Pelantar

652
Pesona Indonesia
Aktivitas di pelantar 2 Tanjungpinang, Rabu (23/3). Pemko Tanjungpinang akan membangun dermaga terintegrasi sepanjang 550 meter, yang menghubungkan pelantar I, pelantar II dan Pelantar KUD. Foto:Yusnadi/Batam Pos
Aktivitas di pelantar 2 Tanjungpinang, Rabu (23/3). Pemko Tanjungpinang akan membangun dermaga terintegrasi sepanjang 550 meter, yang menghubungkan pelantar I, pelantar II dan Pelantar KUD. Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang akan membangun dermaga terintegrasi sepanjang 550 meter, yang menghubungkan pelantar I, pelantar II dan Pelantar KUD.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tanjungpinang, Wan Samsi mengatakan, tujuan pembangunan dermaga tersebut adalah untuk menjawab persoalan tambat kapal di Kota Tanjungpinang, utamanya di kawasan kota lama.

“Jadi nantinya di sepanjang dermaga bisa melakukan tambat dan bongkar muat, dan lebih teratur,” ujar Wan Samsi ditemui di Pelantar II Tanjungpinang, Rabu (23/3).

Kawasan Pelantar I, II dan KUD dipilih karena kondisi tambat kapal dan bongkar muat yang tidak teratur. Dikatakan Wan Samsi, total panjang dermaga yang akan dibangun yaitu 550 meter. Dengan rincian, jarak dermaga Pelantar I ke Pelantar II dengan sepanjang 320 meter, dan jarak ke Pelantar KUD sepanjang 230 meter.

“Ini akan jadi dermaga terpanjang di Tanjungpinang,” ujar Wan Samsi.

Dermaga tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi labuh kapal besar. Tapi juga diperuntukkan bagi pompong tambang ke Kampung Bugis. “Nanti diberi kapling-kapling posisi untuk kapal jenis apa. Tetap kita utamakan masyarakat,” ujarnya. Selain membenahi dermaga, pembenahan parkir di lokasi sama juga akan dilakukan.

Sementara Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan, untuk pembiayaan pembangunan akan dikucurkan dari Pemerintah Provinsi (Pemrov) Kepri. Sementara Detailed Engineering Design (DED) akan disiapkan Pemko Tanjungpinang. “DED nya dibuat tahun ini. Sementara pembangunannya tahun 2017 mendatang,” ujar Lis. Lis memperkirakan pembangunan dermaga terintegrasi di tiga pelantar tersebut akan menghabiskan anggaran Rp 38-40 M.

Dengan adanya dermaga tersebut, maka akses tidak buntu. “Dengan begitu, akan membuka alur ekonomi,” ujarnya. Pembangunan dermaga, kata Lis, akan disejalankan dengan jalan lingkar yang juga akan dibangun Pemrov Kepri.

Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Kepri, Nurdin Basirun membenarkan Pemerintah Provinsi Kepri yang akan menyediakan anggaran untuk dermaga itu. “Pembangunannya tahun depan dan dibiayain Pemrov Kepri,” ujar Nurdin ditemui di Pelantar II Tanjungpinang, kemarin. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar