Pengedar dan Kurir Diciduk, Polisi Sita Senpi dan Amunisi

1049
Pesona Indonesia
Ilustrasi. Foto Pixabay.com
Ilustrasi. Foto Pixabay.com

batampos.co.id – Unit Reskrim Polsek Helvetia, menangkap dua tersangka pengedar dan kurir narkoba di kawasan Jalan Cangkir, Medan Petisah, Sumut, Selasa (22/3) dinihari.

Selain 1 paket sabu-sabu, dari kedunya disita juga sepucuk senjata api rakitan, lengkap dengan 37 amunisi aktif. Saat ini, kedua tersangka ditahan.

Informasi diterima Sumut Pos (Jawa Pos Group), kedua tersangka itu adalah Budi Putra Adil alias Budi Keleng (41) warga Jalan Kesehatan Kelurahan Sei Sikambing C Medan Helvetiadan Muhammad Amin alias Amin (36) warga Jalan Sendok Kelurahan Sei Putih Barat Kecamatan Medan Petisah.

Kedua pria itu ditangkap berdasarkan informasi masyarakat yang menyebutkan maraknya peredaran narkoba di kawasan Jalan Ayahanda Gang Cangkir Medan Petisah. Bukan hanya itu, petugas juga menerima laporan aksi premanisme.

Bermodalkan informasi petugas yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Medan Helvetia, AKP Hendrik Temeluru melakukan penyelidikan. Seorang personel pun menyamar membeli narkoba kepada Muhammad Amin alias Amin.

Begitu tersangka mengeluarkan satu bungkus plastik kecil berisi sabu-sabu, petugas langsung melakukan penangkapan. Terang saja, petugas langsung memboyong Ali ke Polsek Helvetia.

Polisi kemudian mengembangkan kasus ini lalu mengejar pelaku lainnya. Hasil interogasi Ali ditangkaplah Budi Putra Adil Sitorus alias Budi Keleng di Jalan Jalan Kapten Muslim Gang Kesehatan No 19 Kelurahan Sei Sikambing C Medan HelvetiaV.

Selanjutnya petugas mengeledah rumahnya ditemukan satu pucuk senjata api, 22 amunisi aktif yang berukuran kecil, 15 amunisi aktif yang berukuran besar, satu bungkus plastik kecil berisi sabu-sabu, 2 unit timbangan elektrik dan 1 unit sepedamotor matic BK 2259 AFO. Kemudian tersangka serta seluruh barang bukti diboyong ke Mako Polsek Medan Helvetia untuk menjalani pemeriksaan.

Kapolsek Medan Helvetia Kompol Hendra Eko Triyulianto didampingi Kanit Reskrim AKP Hendrik Temeluru mengatakan, kedua tersangka ini merupakan Target Operasi (TO).

“Sudah lama keduanya kita intai, akhirnya kita mendapatkan informasi tentang keberadaan keduanya,” kata Hendra.

Kapolsek juga menyebutkan bahwa Amin dan Budi Keleng bukan hanya diduga bandar narkoba melainkan juga preman yang kerap meresahkan warga.

“Diduga kuat senjata api itu digunakan untuk menakut-nakuti warga, ” lanjut mantan Kasat Reskrim Polres Asahan dan Labuhan batu itu.

Selain itu, mantan Wakasat Reskrim Polresta Medan itu juga menjelaskan kalau pihaknya masih mengejar seorang tersangka lagi.

” Masih kita buron seorang lagi yang merupakan kelompok dari kedua tersangka ini,” jelasnya. Sementara tersangka Amin mengaku, senpi itu didapat dari temannya. “Saya tukar sabu dengan Budi Keleng,” akunya sambil tertunduk. (JPG)

Respon Anda?

komentar