Personel TNI AD di Laut China Selatan Dilengkapi Senjata Jarak Jauh

2997
Pesona Indonesia
 Pangdam Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyk Pusun bertemu Gubernur Kepri, Muhammad Sani di Gedung Daerah, Tanjungpinang. foto: humas pemprov
Pangdam Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyk Pusun bertemu Gubernur Kepri, Muhammad Sani di Gedung Daerah, Tanjungpinang. foto: humas pemprov

batampos.co.id – Pangdam Bukit Barisan, Mayjen TNI Lodewyk Pusung, mengatakan ┬ásituasi Laut China Selatan saat ini, sudah terkendali. Meski demikian, saat ini, ada 20 personel TNI AD yang bertugas di Pulau Sekatung, Natuna, bersama personel marinir.

Ia memandang Natuna adalah daerah yang strategis. Jadi perlu menampatkan personel TNI AD di sana.

“Mereka juga dipersenjatai dengan senapan jarak jauh yakni 2.500 meter. Kedepan pengamanan pulau terdepan di Natuna akan dibangun kekuatan militer,” ungkap Pangdam.

Lebih lanjut, tugas dari personel TNI AD adalah mengawasi, sehingga ketika terjadi reaksi dari luar yang mengganggu kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), maka segera melaporkan kepada kekuatan yang ada di belakang. Personel yang bertugas akan dirotasi setiap tiga bulan.

“Tugas kita adalah menjaga kedaulatan NKRI di Pulau Terdepan. Tim yang ditugaskan juga merupakan tim gabungan dari TNI AD dan TNI AL,” tutup Pangdam.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar