Program Tol Laut Belum Minimalisir Disparitas Harga di Anambas

556
Pesona Indonesia
Tol Laut Caraka Niaga III yang digunakan membawa sembako ke pulau-pulau perbatasan. foto:syahid/batampos
Tol Laut Caraka Niaga III yang digunakan membawa sembako ke pulau-pulau perbatasan. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Hadirnya tol laut sejatinya memiliki dua fungsi utama yakni menjaga ketersediaan bahan makanan pokok dan bahan penting. Sementara itu fungsi yang kedua yakni menjaga kesetaraan harga dari daerah perkotaan dengan daerah terpencil seperti Anambas.

Namun fungsi yang kedua tidak berjalan di Anambas. Meski saat ini ketersediaan barang di Anambas sudah terpenuhi namun kesetaraan harga sama sekali belum terealisasi.

Kenyataan dilapangan, saat ini masih terjadi selisih harga bahan makanan pokok seperti beras minyak goreng telur dan lain-lain. Bahkan harga barang penting seperti semen dan sebagainya juga masih jauh selisih harganya.

Dari data yang dapat dihimpun Batampos, harga beras rojo lele di Jakarta dijual dengan harga Rp150 ribu per 20 kg atau setara dengan Rp7500 per kg, meski ada juga yang mencapai Rp13 ribu per kg tergantung kualitas beras. Namun di Anambas beras yang sama dijual dengan harga
Rp 17 ribu per kg. Padahal kualitas berasnya juga menengah.

“Selisihnya (beras, red) Rp 9.500 terlalu jauh. Padahal kan program tol laut supaya selisih harga di kota dan di sini tak beda jauh. Itu sudah tidak wajar, kalau pedagang jual Rp 17 ribu per kilo,” ungkap Maman, salah satu pedagang di Tarempa.

Jika di Anambas harga beras dan kebutuhan pokok lainnya masih jauh lebih tinggi itu ada indikasi permainan pasar atau monopoli beberapa pedagang saja. Lagi pula ongkosnya juga tidak mahal, per satu ton barang apa saja tidak sampai Rp 300 ribu. Jika pedagang membawa 1 ton
beras ongksonya hanya Rp 300 ribu, maka ongkos pengiriman adalah sebesar Rp300 per kg.

“Seharusnya jika di Jakarta harga beras Rp 7500 maka dengan ongkos kirimnya menjadi Rp 7800, sangat tidak wajar kalau pedang menjual beras rojo lele seharga Rp17 ribu,” ungkapnya lagi. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar