Sindikat Narkoba Antar Negara Dibekuk di Jagoh

1156
Pesona Indonesia
TAP menghadap ke dinding saar ekspose di Mapolres Lingga, Rabu (23/3/2016). Foto: wijaya satria/batampos
TAP menghadap ke dinding saar ekspose di Mapolres Lingga, Rabu (23/3/2016). Foto: wijaya satria/batampos

batampos.co.id – TAP, 35, warga Pancur, Kecamatan Lingga Utara diduga terkait sindikat jaringan peredaran narkoba antar negara dibekuk polisi di Pelabuhan Jagoh, Lingga, Senin (23/3/2015) sekitar pukul 15.45 WIB. TAP bertemu dan memesan langsung narkoba jenis sabu dari warga Malaysia berinisial M.

TAP mengaku mendapat sabu dari M sebelum ditangkap, sebanyak sebanyak 50 gram dari bandar di Malaysia. Barang terlarang itu dikemput TAP di Batuampar, Batam.

Selain itu, TAP juga mengatakan telah menjalin hubungan bisnis haram sejak lima tahun belakangan dengan bandar di Malaysia, M. Beberapa kali TAP bertemu dengan M di Malaysia dan terakhir sebelum di tangkap, TAP menjemput sabu di Batuampar, Batam, hasil kiriman dari M.

Tak hanya di Lingga, TAP memasarkan barang terlarang tersebut ke sejumlah lokasi seperti di Tanjungpinang. Dari keterangan TAP, sabu kiriman terakhir dari M sebanyak 50 gram, telah dijual kepada P dan A di Tanjugpinang sebanyak 10 gram.

Menurut Kapolres Lingga AKBP Surisman, melalui Kasat Narkoba, AKP Andi Sutrisno, penangkapan TAP dilakukan setelah polisi mendapat informasi kalau TAP bergerak dari pancur ke Tanjungpinang. Selanjutnya, polisi berkoordinasi dengan Polsek Senayang dan mendapati TAP di Tanjungpinang lalu digiring ke Pelabuhan Jagoh.

“Di Pelabuhan Jagoh ditangkap dengan sejumlah barang bukti,” ujar Andi.

Dalam tas sandang TAP, polisi menemukan lima paket yang diduga narkoba jenis sabu siap edar dan satu paket di kantong celana kanan depan dengan total berat keseluruhan 35,48 gram.

Selain itu, polisi juga mengamankan pecahan seratus ribu sebanyak 80 lembar, tiga lembar uang Dolar Singapura pecahan 50, timbangan digital dengan dua baterai, plastik transfaran ukuran 2×3 sebanyak 200 lembar, HP, dan pasport.

Ditanya terkait mulusnya kegiatan TAP selama ini, Andi menjawab, masih dalam pengembangan pihaknya untuk memastikan ada atau tidak oknum tertentu yang membekingi aktifitas TAP di Kabupaten Lingga selama ini.

Karena tindakan TAP, polisi mengenakan pasal 112 ayat dua dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup dan minimal 20 tahun kurungan penjara. (wsa/bp)

Respon Anda?

komentar