Status Batam Belum Jelas, Investor Gamang

2461
Pesona Indonesia
Para pelamar kerja saat mengikuti tes tertulis di perusahaan Astrump Group-CSG yang dilaksanakan di lantai 6 Gedung Graha Pena, Batam Kota. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id
Para pelamar kerja saat mengikuti tes tertulis di perusahaan Astrump Group-CSG yang dilaksanakan di lantai 6 Gedung Graha Pena, Batam Kota.
Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Rencana pemerintah mengubah status Batam dari Kawasan Perdagangan Bebas (free trade zone/FTZ) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) membuat sejumlah investor yang berencana memperluas investasi mereka menjadi gamang. Mereka khawatir lokasi tempat mereka berusaha nantinya tidak masuk zona KEK.

Salah satu investor yang gamang adalah Astrump Group-CSG. Saat ini mereka sudah menentukan lokasi di Kawasan Industri Tunas I, Batam Kota dan berencana memperluas usaha secara besar-besaran, namun status Batam yang belum jelas membuat mereka ragu.

“Dengan status yang mengambang ini, kami jadi memikirkan kembali apakah buka Juni atau Juli,” ujar Project Manager Astrump Group-CSG, Christian.

Perusahaan ini awalnya berencana memperluas usahanya di Kawasan Industri Tunas pada April 2016. Persiapan tersebut sudah matang, bahkan sudah merekrut ratusan karyawan. Namun, tidak jelasnya status Batam membuat mereka berpikir dua kali.

Meskipun pemerintah menyebut kawasan yang tidak masuk zona KEK akan tetap mendapatkan fasilitas sama seperti saat Batam masih berstatus FTZ, namun waktu 5 tahun terlalu pendek bagi investor yang menanamkan modalnya dalam jumlah besar.

“Kalau FTZ dicabut lima tahun ke depan, itu sangat singkat, ini yang membuat kami gamang,” ujar Christian.

Sementara, kata Christian, memindahkan usaha ke zona KEK setelah 5 tahun bukan perkara mudah. Bagi Astrum Group-CSG, masa 5 tahun bisa dikategorikan baru tahap awal memulai usaha.

“Kalau sudah terlanjur inves besar, terus lima tahun ke depan fasilitas dicabut, terus pindah, itu butuh biaya yang tak sedikit,” ujar Christian.

Ia berharap, Dewan Kawasan (DK) Batam segera menatapkan zona KEK. Paling tidak, kata Christian, ada kepastian kalau investor yang terlanjur inves di kawasan industri akan tetap mendapatkan fasilitas sama dengan yang ada di zona KEK. “Atau fasilitas FTZ ini jangan dicabut sama sekali,” ujarnya. (iwa)

Baca juga:

> Penetapan Pimpinan Baru BP Batam Ditunda

> Hari Ini BP Batam Punya Pimpinan Baru
> Soerya: Kalau Ditugaskan (di BP Batam), Ya Terima, Itu Pengabdian
> Siap-Siap Pindah ke Zona KEK, 5 Tahun Lagi FTZ Batam Dihapus
> 1.084 Perusahaan di Batam Berada di Area Pemukiman
> Ini Gambaran Properti di Zona KEK Batam
> Batam Jadi KEK, WNA Boleh Milik Properti
> Salah Satu Calon Pimpinan BP Batam Berpangkat Jenderal
> FTZ Beralih ke KEK, Kapolri: Jangan Sebar Isu yang Membuat Investor Takut
> Ini Model Kawasan Ekonomi Khusus Batam
> UWTO Bakal Dihapus, Menteri ATR/BPN: Tak Boleh Ada Dua Pungutan
> HPL Diambil Alih DK Batam, Lahan Mangkrak Disita
> Badan Pengusahaan Batam Berubah Jadi Badan Pengelola Batam
> Ini Kriteria Pimpinan BP Batam yang Diminta Jokowi
> Personel BP Batam Bakal Tak Ada dari Kepri
> Negara Lain Belajar dari Batam, Sukses, Eh, Batam Malah Tertinggal
> Audit BP Batam Harus Menyeluruh, Jika Tidak KPK Masuk
> Ketua DK Pastikan Pimpinan BP Batam Orang-Orang Profesional
> Ketahuilah, Indonesia Tertinggal dari Vietnam
> Mendagri Janjikan Perubahan ke KEK untuk Kesejahteraan Masyarakat Batam

Respon Anda?

komentar