Sumber Air Bersih di Natuna Mulai Kering

1042
Pesona Indonesia
Ilustrasi krisis air bersih.
Ilustrasi krisis air bersih.

batampos.co.id – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Nusa Natuna, sejak beberapa hari terakhir mulai memberlakukan pelayanan air minum secara bergilir. Air hanya mengalir pada malam hari.

Diarektur PDAM Natuna Suparman, mengatakan pihaknya terpaksa memberlakukan pelayanan bergilir kepada 5000 lebih pelanggan air minum PDAM. Paslanya debit air sudah menyusut drastis.

“Debit air sudah berkurang, kami terpaksa melakukan pelayanan air minum bergilir,” kata Suparman, Rabu (23/3/2016).

Dikatakan Suparman, kemarau sudah hampir tiga bulan di Natuna. Hampir semua wilayah Kecamatan mengalami kekeringan. Apalagi saat ini PDAM hanya mengandalkan sistem gravitasi, menampung aliran air dari pegunungan.

Bahkan 15 sumber mata air yang diandalkan untuk melayani rumah tangga terjadi penguran debit. Misalnya sumber air pegunungan Ranai, normalnya 70 liter perdetik, berkurang menjadi 20 liter per detik.

Sementara debit air dari pegunungan Sebayar normalnya 120 liter per detik sudah berkurang menjadi 40 hingga 50 liter per detik.

“Penyusutan debit air sudah tinggi. Buka tutup kran terpaksa kami berlakukan, mudah mudahan masyarakat tetap terlayani,” ujar Suparman.

Meski debit air sudah berkurang, Suparman memastikan air minum tetap terlayani dengan pola buka tutup kran hingga tiga bulan ke depan.

Disamping itu PDAM juga sudah mulai menambah sumber air baru untuk mendukung suplai air minum kepada masyarakat. (arn/bp)

Respon Anda?

komentar