Telat Daftar, UN di Anambas Masih Manual

667
Pesona Indonesia
Ujian Nasional
Ujian Nasional

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kepulauan Anambas, Heriyanto, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) berbasis komputerisasi di Anambas belum bisa dilaksanakan tahun ini. Penyebabnya bukan pada kurangnya fasilitas seperti komputer. Tetapi keterlambatan pendaftaran.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Air Asuk Kecamatan Siantan Tengah, diakui Heri sebelumnya bakal diusulkan untuk menjadi salah satu sekolah yang menerapkan sistem ini. Ketersediaan perangkat komputer yang berjumlah mencapai 42 unit pun, diakui Herinto menjadi faktor pendukung sekolah ini menerapkan UN dengan sistem tersebut.

“Kemarin kami mau usulkan, hanya saja terlambat daftar. Kemungkinan tahun depan lah. Dengan fasilitas yang ada, cukup untuk menerapkan UN berbasis komputerisasi. Dia ini kan semi online,” ujarnya Selasa (22/3).

Pelaksaan UN dengan sistem komputerisasi ini pun, menurutnya memerlukan dukungan beberapa instansi, salahsatunya terkait akses telekomunikasi yang sangat menunjang dalam penerapan sistem ini. Saat ini, sekolah yang ada di Anambas masih menerapkan pelaksanaan Ujian Nasional dengan menggunakan sistem manual.

Herianto, juga mengatakan dalam melaksanakan ujian nasional (UN) 2016 di harapkan seluruh peserta UN dapat mengikuti dengan serius.

Sementara itu Kepala Seksi Pendidikan Peningkatan Mutu, Pang Cik mengatakan pelaksanaan UN tahun 2016 sedikit ada perubahan, namun tidak terlalu signifikan. Perubahannya yakni bagi peserta UN yang tidak lulus maka akan diberi kesempatan kembali mengikuti UN perbaikan apabila peserta
tidak lulus atau tidak masuk SKL. Untuk materi UN itu sendiri akan diatur sesuai dengan kurikulum mata pelajaran yang dipelajari di sekolah.

“Sekolah memiliki peran penting terkait kelulusan bagi peserta UN. Jika peserta UN belum lulus SKL dapat mengulangnya kembali,” ungkapnya, Selasa (22/03).

Saat disinggung tentang UN yang berbasis komputer, diketahui sebagian sekolah banyak tidak memiliki komputer, dan ditambah penguat sinyal yang kurang baik. Jadi UN akan dilaksanakan dengan satu metode saja yaitu metode kertas.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberi kesempatan bagi peserta UN dapat menggunakan dua metode yaitu menggunakan kertas dan komputer. “Alhamdulilah Anambas laksanakan UN menggunakan kertas,” ujarnya.

Kata Pang Cik bagi sekolah yang sudah memiliki jaringan internet dan berbasis komputer tidak ada alasan lagi untuk tidak menggunakan hal tersebut, namun hal itu tidak berlaku untuk Anambas.

Lanjutnya berdasarkan laporan dari masing-masing sekolah yang melaksanakan UN, persiapan yang dilakukan setiap sekolah bisa dikatakan sudah cukup matang. Terkait adanya kendala hingga kini pihaknya belum dapat laporan. Ia yakin peserta UN sudah siap melaksanakan hal tersebut.”Mari kita dukung pelaksanaan UN agar dapat berjalan dengan lancar,” ucapnya.(sya/bpos)

Respon Anda?

komentar