Tiga WNI Jadi Korban Luka Serangan Brussel

503
Pesona Indonesia
Korban bom di Brussels mendapat perawatan medis. Tiga WNI juga terluka. Foto: d.ibtimes.co.uk
Korban bom di Brussels mendapat perawatan medis. Tiga WNI juga terluka. Foto: d.ibtimes.co.uk

batampos.co.id – Kabar duka datang dari Brussel, Belgia, terkait serangan teror yang dilakukan di bandara dan stasiun metro. Rupanya, tiga warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dari salah satu ledakan bom yang terjadi di Bandara Zaventem. Tiga WNI yang merupakan ibu dan dua anak itu diakui mengalami luka berat dan sedang dirawat secara intensif.

Sekretaris Satu Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya Kedutaan Besar RI (KBRI) Brussel Devdy Risa mengatakan, semua korban sudah mendapatkan verifikasi sebagai WNI. Hal tersebut sudah dikonfirmasi melalui keterangan sang suami yang seorang warga Belgia dan dokumentasi paspor. Menurut informasi yang diterima, perempuan berinisial M.A.I tersebut berusia 36 tahun dan menetap bersama suami dan dua orang anak.

’’Kemarin malam (22/3/2016), Pak Dubes (Duta Besar Yuri Octavin Thamrin) sempat menengok korban dan menemui suaminya. Disana diperoleh informasi bahwa sang ibu termasuk dua anaknya mempunyai paspor Indonesia. Yang kami tidak tahu apakah  dua anaknya juga punya paspor Belgia yang berarti mereka berstatus dwi kewaarganegaraan,’’ terangnya saat dihubungi Jawa Pos (grup batampos.co.id), Rabu (23/3/2016).

Hingga saat terakhir dihubungi, M.A.I dan anak bungsu yang berusia 4 tahun masih melalui perawatan intensif di ICU Rumah Sakit University Hospital Lauven (UHL). Satu sedang anak sulung yang berusia enam tahun sudah dipindahkan karena kondisinya lebih stabil. Sayangnya, Devdy menolak untuk memberikan keterangan lebih lanjut.

’’Kondisi suami korban sedang shock karena tidak menyangka keluarga yang izinnya liburan justru terluka berat. Karena permintaan mereka, kami tidak bisa mengungkapkan informasi detil mengenai korban,’’ terangnya.

Terkait kondisi dari Brussells, anggota Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Brussel Kreeshna Siagian mengaku bahwa kondisi sudah mulai kondusif. Misalnya, jaringan kereta metro di ibukota Belgia yang sudah mulai berjalan kecual perhentian Maelbeek yang menjadi salah satu lokasi pengeboman.

“Aktifitas sudah berangsur normal. Apalagi ada kabar bahw tersangka ketiga pelaku sudah tertangkap. Metro sudah beroperasi namun hanya sampai pukul 19.00 waktu setempat. Sedangkan, untuk perguran tinggi, kampus-kampus walonia (berbahasa belanda) sudah mulai beraktivitas. Sedangkan kampus flanders masih tutup sampai hari minggu (27/3),’’ ujarnya.

Sementara itu, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, pihaknya sudah menawarkan dukungan yang diperlukan terhadap korban dan keluarga melalui KBRI. Saat ini, pihaknya terus memantau korban melalui dokter rumah sakit tersebut.

’’Kami terus melakukan komunikasi dengan komunitas WNI dan Diaspora Indonesia di Belgia dan Luxemburg untuk mencari informasi jika ada WNI lainnya yang menjadi korban,’’ imbuhnya.  (bil/jpgrup)

Respon Anda?

komentar