Ada Penyimpangan Dana Hibah Rp 3,5 M, Jaksa Geledah Kantor PDAM Natuna

716
Pesona Indonesia
pegawai Kejari Ranai menggeledah Kantor PDAM Natuna di Jalan DKWM Benteng, Kamis (24/3). Petugas mencari barang bukti data dugaan korupsi. foto:aulia rahman/batampos
pegawai Kejari Ranai menggeledah Kantor PDAM Natuna di Jalan DKWM Benteng, Kamis (24/3). Petugas mencari barang bukti data dugaan korupsi. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Ranai menggeledah Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Natuna di Jalan DKWM Benteng, Ranai, Kamis (24/3) sekitar pukul 11.10 WIB. Penggeledahan dipimpin Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Syafri Hadi, dibantu anggota Polres Natuna bersenjata lengkap.

Pantauan di lapangan, para jaksa tersebut menggeledah setiap sudut ruangan kantor PDAM termasuk ruangan Direktur PDAM, Sudirman. Tampak juga beberapa jaksa menggunakan kalkulator menghitung berkas yang dilihatnya. Sejumlah dokumen berhasil diamankan jaksa. Hingga pukul 17.00 WIB penggeledahan masih terus berlangsung. Kasi Pidsus, Syafri Hadi, yang ditemui di lokasi penggeledahan enggan berkomentar.

”Nanti saja ya. Sekarang masih memeriksa berkas. Nanti kalau sudah selesai, akan saya sampaikan semuanya di kantor,” elaknya.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ranai, Josia Koni, membenarkan penggeledahan tersebut terkait dugaan penyimpangan kegiatan bantuan hibah air minum di PDAM Natuna yang bersumber dari APBD Natuna 2015 sebesar Rp 3,5 miliar.

Josia menjelaskan, Direktur PDAM, Sudirman, diduga telah menggunakan anggaran tersebut bukan pada peruntukannya. Seharusnya anggaran tersebut untuk penyambungan pipa air minum ke rumah-rumah warga, namun digunakan untuk hal yang lain, di luar proyek tersebut.

”Dugaan korupsinya di sana. Harusnya anggaran itu untuk pemasangan pipa, tapi digunakan untuk yang lain,” jelas Kajari, yang belum bersedia menjelaskan yang dimaksud hal yang lain tersebut. (arn/bpos)

Respon Anda?

komentar