Akan Ada Mutasi Petinggi Polri Jelang Pergantian Kapolri

1000
Pesona Indonesia

Neta S Pane Baru

batampos.co.id – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyatakan, akan ada mutasi besar-besaran di tubuh Polri mulai April mendatang. Dari mutasi nanti juga akan diketahui tentang calon-calon Kapolri pengganti Badrodin Haiti yang memasuki pensiun pada Juli yang akan datang.

Neta mengatakan, mutasi akan dimulai April depan pada posisi kepala Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam). Menurutnya, terdapat tiga kandidat kuat untuk posisi Kabaintelkam. Yakni Irjen Noer Ali (Kapolda Jateng), Irjen Anton Setiadi (Kapolda Jatim) dan Komjen Syafruddin (Kalemdikpol).

“Namun Polri sepertinya akan memilih Irjen Noer Ali menjadi Kabaintelkam yang baru,” kata Neta, Jumat (25/3).

Sedangkan untuk mutasi posisi Kabareskrim akan digelar pada Mei yang akan datang. Neta juga menyebut ada tiga kandidat kuat untuk posisi Kabareskrim. Yakni Irjen Safaruddin (Kapolda Kaltim), Irjen Moechgiyarto (Kapolda Metro Jaya) dan Komjen Tito Karnavian (Kepala BNPT).

Neta mengaku mendapat informasi bahwa Kapolda Sulsel Irjen Poedji Hartanto disebut-sebut akan digeser menjadi Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Sedangkan posisi yang ditinggalkannya akan diserahkan kepada Irjen Anton Charlian (Kadiv Humas).

Sementara posisi Kadiv Humas akan dijabat Brigjen Boy Rafly. Untuk jabatan Kapolda Jateng yang ditinggalkan Irjen Noer Ali disebut-sebut akan dijabat Irjen Condro Kirono yang kini memimpin Korlantas Polri.

Neta mengatakan, untuk mutasi Kabaintelkam pada April mendatang belum bisa dikaitkan dengan bakal calon Kapolri pengganti Jenderal Badroddin Haiti. “Namun pada mutasi penggantian Kabareskrim pada Mei atau Juni mendatang baru bisa dipetakan seperti apa bursa calon Kapolri,” katanya.

IPW pun berharap Polri tetap menjaga soliditas dalam menjaring calon Kapolri. Neta juga meminta Presiden Joko Widodo  yang punya hak prerogatif mengusulkan calon Kapolri ke DPR tetap mempertimbangkan soliditas Polri.

Neta menambahkan, saat ini Polri dalam kondisi yang sangat solid setelah terlibat perang urat syaraf dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di era kepemimpinan Abraham Samad. “Untuk itu presiden dalam memilih calon Kapolri harus tetap memperhatikan mekanisme yang ada,” katanya.(boy/jpnn)

Respon Anda?

komentar