Bikin Semrawut, Tahun Ini Seluruh Kios Liar di Batam Akan Ditertibkan

897
Pesona Indonesia
Deretan kios liar yang berada di Simpang Kara, Batam Kota.  Foto: Reza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos
Deretan kios liar yang berada di Simpang Kara, Batam Kota.
Foto: Reza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menyatakan mulai minggu depan Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama aparat keamanan terkait akan menertibkan beberapa kios liar yang berdiri menyalahi aturan di berbagai wilayah Batam. Namun, Rudi mengaku penertiban itu tak bisa dilakukan sendiri. ”Saya butuh dukungan dari masyarakat, agar penertiban ini berjalan lancar dan kota kita ini bisa tertata rapi,” ujarnya di Lubukbaja, Kamis (24/3).

Menurut Rudi, keberadaan kios-kios liar itu telah lama dikeluhkan masyarakat. Selain menyalahi aturan karena berada di zona penyangga atau buffer zone, sebagian kios liar juga dinilai membuat tatanan kota tak rapi dan semrawut. Bahkan, sebagian di antaranya membahayakan karena berdiri di atas area terlarang seperti sambungan pipa gas. ”Ke depan, tak ada kata lain selain diluruskan,” kata dia.

Hanya saja, Wali Kota mengaku pihaknya juga telah berupaya mengedepankan aspek persuasif dengan membujuk dan mengingatkan agar yang menempati kios liar itu pindah dengan sendirinya. Namun, ia tak memungkiri masih ada yang nekat bertahan di lokasi terlarang tersebut. ”Kalau (disuruh pindah) baik-baik tidak mau ya dipaksa,” ujarnya.

Beberapa kios liar memang rencananya akan direlokasi. Misalnya yang berada di seputaran Jodoh-Nagoya yang rencananya akan dipindah ke Pasar Induk Jodoh. ”Dengan catatan kalau (aset) Pasar Induk sudah diserahkan ke kami (Pemko Batam),” jelasnya.

Disinggung adanya kios liar yang kembali berdiri setelah ditertibkan beberapa waktu lalu, Wali Kota katakan pihaknya juga akan kembali bertindak tegas. ”Robohkan lagi, semua harus sesuai aturan,” katanya.

Selain itu, Rudi juga menyampaikan tahun ini semua kios liar akan ditertibkan. Pemko ingin investor asing percaya bahwa Batam itu aman dan memiliki kepastian hukum yang jelas.

”Sebenarnya wacana ini sejak 2014, hanya posisi saya waktu itu bukan yang memutuskan,” ungkapnya pada acara peluncuran Pertalite di SPBU Majesty, Baloi kemarin. (rna/leo)

Respon Anda?

komentar