Dari Program PKKPM, Desa Panggak Laut Buat Rumah Jahit

655
Pesona Indonesia
Bupati Lingga Alias Wello tinjau rumah jahit Desa Panggak Laut. foto:hasbi/batampos
Bupati Lingga Alias Wello tinjau rumah jahit Desa Panggak Laut. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Desa Panggak Laut akhirnya memiliki rumah jahit. Bangunan rumah jahit dari kegiatan Program Peningkatan Kesejahteraan Keluarga melalui Pemberdayaan Masyarakat (PKKPM) tersebut diharapkan membantu perekonomian dan pekerjaan bagi masyarakat desa sebagai pelopor industri rumah tangga.

Kades Panggak Laut Ahmad mengatakan, rumah produksi menjahit ini merupakan program PKKPM tahun 2015 dari Kementrian Desa. Kegiatan ini melalui lembaga Badan Kerja Sama Antar Desa, yakni Desa Mepar, Panggak Laut, Mentuda dan Kelumu, Kelurahan Daik. Sifatnya pemberdayaan dengan anggaran Rp 335 juta.

“Ini swakelola. Rumah produksi jahit ini dibangun karena pernah ibu-ibu jalankan di rumah masing-masing,” ujarnya Rabu (23/3).

Dikatakan dengan dibangun rumah jahit ini, ibu-ibu rumah tangga dapat lebih leluasa memproduksi jahitan dan sablon. Juga menjadi sumber dan pundi ekonomi masyarakat.

Sejumlah alat yang ada d rumah jahit, kata Ahmad, terdapat 11 unit mesin jahit dan 1 mesin pres sablon. Namun masih butuh mesin bordiran.

“Kita minta kerjasama dengan daerah. Mohon lah kerja-kerja souvenir seperti baju olahraga. Kita sesuai visi misi bupati penguatan ekonomi ibu rumah tangga. Kita juga akan buat sovenir Lingga untuk para wisatawan yang datang,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Lingga Hj Heryulita Wello berharap rumah jahit ini menghasilkan produk daerah.”Saya sangat bangga, ini menjadi pelopor rumah bagi ibu rumah tangga. Khusus di Panggak Laut,” ujarnya.

Dikatakan, dengan adanya rumah jahit ini ibu rumah tangga di Panggak Laut bisa manfaatkan sedemikian rupa untuk memproduk jahitan yang bernilai.

“Bantuan ini dijaga, dirawat dan dibersihkan. Jadi bisa dipakai lama dan bermanfaat untuk ekonomi ibu-ibu semua,” tutupnya. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar