Kekuatan Santoso Melemah, Dua Anak Buahnya Kabur karena Lapar

823
Pesona Indonesia
Santoso Cs
Santoso Cs

batampos.co.id — Pengejaran terhadap Kelompok Teroris Santoso cs di Poso mendapatkan angin segar. Seorang anggota kelompok Santoso cs berinisial SH alias MAQ dipastikan memisahkan diri karena tidak lagi sependapat dengan Santoso. Kemungkinan besar saat ini kekuatan kelompok Santoso cs terus melemah.

Kepala Operasi Tinombala sekaligus Wakapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Kombespol Leo Bona Lubis mengatakan, sebenarnya ada dua orang anggota kelompok santoso yang memisahkan diri. Seorang yang memisahkan diri ini ditangkap Senin (21/3/2016) saat di perkampungan. ”Yang satu ini lagi mencari makan saat ditangkap,” paparnya.

Satu lagi anggota Santoso ditangkap pada Februari. Penangkapan dilakukan saat anggota Santoso cs ini menyelinap dalam sebuah kendaraan. Dia mengancam pengemudi agar bisa bersembunyi di mobil tersebut. ”Saat ada razia kendaraan di Pos Sekat, dia ini tertangkap,’ jelasnya.

Saat dimintai keterangan, ternyata kedua anggota Santoso cs memisahkan diri karena dua alasan. Pertama, karena sudah tidak kuat mengikuti pelarian Santoso. Pelarian itu sudah dilakukan bertahun-tahun.

”Tentunya, manusia memiliki keterbatasan, dia harus menahan lapar saat pelarian itu. Apalagi, selama ini posisi Santoso cs terus terkepung Brimob dan TNI. Siapa yang kuat seperti itu,” terangnya.

Kedua, ajaran-ajaran Santoso sudah tidak sesuai lagi dengan yang awalnya mereka perjuangkan. Berbagai prilaku Santoso sudah tidak benar menurut anggotanya tersebut. ”maka, jalan memisahkan diri ditempuh,” ujarnya.

Salah satunya, yang dianggap tidak benar dalam pelarian itu, Santoso membawa serta istrinya di hutan. ”Ada anggotanya yang tentu tidak sependapat Santoso karena itu,” paparnya mantan Analis Kebijakan Madya Bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri.

Dia menuturkan bahwa adanya anggota Santoso cs yang memisahkan diri ini menunjukkan kondisi kelompok yang terafiliasi dengan ISIS ini mulai goyah. ”Ya, mereka mulai melemah,” tegasnya.

Sementara Kadivhumas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan mengatakan, jumlah anggota Santoso cs saat ini memang terus berkurang. Polri memprediksi jumlah anggotanya sekitar 30 orang. ”Ya, tentunya berkurang tersebut,” terangnya.

Kekuatan Santoso diprediksi kian melemah setelah seorang etnis Uighur yang bergabung dengan Santoso cs tewas tertembak beberapa waktu lalu. ”Dia tewas tertembak dan ditemukan di sungai Lariang, Poso,” jelas jenderal berbintang dua tersebut.

Dia menerangkan, etnis Uighur yang mendukung Santoso cs ini merupakan perwakilan ISIS. Tentunya, dengan meninggalnya seorang etnis Uighur tentu merupakan kemunduran yang besar bagi Santoso cs. ”Ya, semoga secepatnya Santoso bisa tertangkap,” jelasnya. (idr/jpgrup)

Respon Anda?

komentar