Kembangkan Sektor Maritim, Indonesia Gandeng Belanda

454
Pesona Indonesia
Model pelabuhan peti kemas yang terkoneksi dengan KEK Sei Mangkei. Foto: istimewa
Model pelabuhan peti kemas yang terkoneksi dengan KEK Sei Mangkei. Foto: istimewa

batampos.co.id – Indonesia terus gencar melakukan perjanjian bilateral dengan berbagai negara. Setelah Perancis dan Belgia, pada pekan lalu, Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli kembali menggandeng Belanda untuk memajukan sektor maritim.

”Mereka (Belanda, red) memiliki pengalaman di sektor maritim,” tutur Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli saat ditemui saat membuka pertemuan bilateral dengan Belanda di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (24/3).

Adapun fokus utamanya pada ship building, navigasi, dan infrastruktur pelabuhan dan perikanan.

Menurutnya, momentum saat ini pun didukung dengan sikap Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti yang sedang menggalakkan pemberantasan illegal fishing di perairan Indonesia.

”Saat ini, waktu yang tepat kita membangun industri perikanan,” tuturnya.

Tak hanya itu, pihaknya pun mengklaim dengan sikap tersebut menyebabkan banyak industri perikanan di negara tetangga kehilangan bahan baku.

Pembangunan industri perikanan pun disikapi dengan membuka investor dalam maupun luar negeri untuk menanamkan saham di daerah-daerah sentra perikanan.

”Sejenis cold storange, processing dan lainnya,” ungkapnya. Pengembangan itu pun juga diiringi dengan pembangunan infrastruktur untuk melakukan bongkat muat dan pelabuhan.

”Selama ini, bongkar muat hanya terpusat di Singapura, ini tidak efisien dan efektif. Kita akan mengembangkan pelabuhan di Sumatera bagian Timur seperti Dumai atau di Sumatera Selatan, Indonesia bagian Timur di Lombok,” jelasnya.

Selain itu, pengembangan industri perkapalan juga akan dilakukan bekerja sama dengan Belanda. ”Kita akan kirimkan staf PT PAL untuk bekerja di Belanda, belajar disana, lalu balik ke Indonesia, bangun kapal di Surabaya,” ungkapnya.

Rizal pun menyebutkan, jika kita memiliki pola strategi yang tepat, maka Indonesia pun mampu menyaingi Korea dan Cina dalam sektor industri kapal. Hal ini pun yang menjadi fokus dalam kerjasama bilateral dengan pemerintah Belanda.

Harapannya, dengan pengembangan semcam ini mampu memberikan efek pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat yang bekerja di industry perikanan.

”Saya percaya ekonomi kita bisa tumbuh 6 persen, tahun berikutnya saya percaya bisa lebih baik,” tuturnya. (lus/jpgrup)

Respon Anda?

komentar