Korea Selatan dan Jepang Tertarik Bangun Universitas Bertaraf Internasional di KEK Batam

1623
Pesona Indonesia
KAIST termasuk universitas kenamaan di Korea maupun Asia. KAIST bisa dikatakan sebagai ITB-nya Korea. Rencananya Korea akan bangun hal serupa di Batam. Foto: istimewa
KAIST termasuk universitas kenamaan di Korea maupun Asia. KAIST bisa dikatakan sebagai ITB-nya Korea. Rencananya Korea akan bangun hal serupa di Batam. Foto: istimewa

batampos.co.id – Kunjungan delegasi Korea Selatan dan Jepang ke Batam belum lama ini membuat mereka tertarik untuk berinvestasi. Tak hanya di sektor industri, mereka juga tertarik membangun perguruan tinggi atau universitas bertaraf internasional di zona Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam.

“Mereka menanyakan lahan, karena itu bukan kewenangan kita (BPM-PTSP), kita arahkan ke instansi terkait (BP-Batam),” kata Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP), Gustian Riau, Kamis (24/3/2016).

University of Tokyo, Jepang. Mereka berencana membangun universitas serupa di Batam. Foto: istimewa
University of Tokyo, Jepang. Mereka berencana membangun universitas serupa di Batam. Foto: istimewa

Mantan Kepala Dinas Pendapatan (Kadispenda) Kota Batam ini mengatakan, meski kewenangan lahan ada di BP Batam, pihaknya tetap akan membantu jika dua negara itu mau membangun perguruan tinggi bertaraf internasional di Batam.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kawasan (DK) Batam, Darmin Nasution mengatakan, di zona KEK nanti, tidak hanya ada industri manufactur kelas tinggi, tapi juga membuka peluang bagi investor yang ingin membangun perguruan tinggi. Insentif atau fasilitas yang diberikan, jauh lebih banyak jika membangun di zona KEK, daripada di luar zona KEK.

Apalagi jika keberadaan perguruan tinggi itu sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja di Batam maupun wilayah lainnya di Indonesia serta global. Kemudahan-kemudahan akan diberikan.

Soal lahan, investor tidak perlu ragu, pengajuannya nanti cukup ke DK karena kewenangan hak pengelolaan lahan (HPL) nantinya tidak lagi di BP Batam, tapi DK.

“Jadi di KEK nanti itu, bolah ada perguruan tinggi, boleh ada hotel, resort, dan lainnya yang syarat dan ketentuannya diatur oleh DK dan BP nantinya,” kata Darmin. (hgt/jpnn/nur)

Baca Juga:
> Penetapan Pimpinan Baru BP Batam Ditunda
> Soerya: Kalau Ditugaskan (di BP Batam), Ya Terima, Itu Pengabdian
> Siap-Siap Pindah ke Zona KEK, 5 Tahun Lagi FTZ Batam Dihapus
> 1.084 Perusahaan di Batam Berada di Area Pemukiman
> Ini Gambaran Properti di Zona KEK Batam
> Batam Jadi KEK, WNA Boleh Milik Properti
> Salah Satu Calon Pimpinan BP Batam Berpangkat Jenderal
> FTZ Beralih ke KEK, Kapolri: Jangan Sebar Isu yang Membuat Investor Takut
> Ini Model Kawasan Ekonomi Khusus Batam
> UWTO Bakal Dihapus, Menteri ATR/BPN: Tak Boleh Ada Dua Pungutan
> HPL Diambil Alih DK Batam, Lahan Mangkrak Disita
> Badan Pengusahaan Batam Berubah Jadi Badan Pengelola Batam
> Ini Kriteria Pimpinan BP Batam yang Diminta Jokowi
> Personel BP Batam Bakal Tak Ada dari Kepri
> Negara Lain Belajar dari Batam, Sukses, Eh, Batam Malah Tertinggal
> Audit BP Batam Harus Menyeluruh, Jika Tidak KPK Masuk
> Ketua DK Pastikan Pimpinan BP Batam Orang-Orang Profesional
> Ketahuilah, Indonesia Tertinggal dari Vietnam
> Mendagri Janjikan Perubahan ke KEK untuk Kesejahteraan Masyarakat Batam

Respon Anda?

komentar