Mencuri Bareng-Bareng, Tiga Pelaku Pencurian Dihukum Berbeda

909
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Tiga terdakwa pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) yakni Ramang Bin Yusuf, Supriyadi dan Agus Suwandi yang membobol rumah milik Natalia Jayanti di Gang Bakar Batu, Tanjungpinang, pada Desember lalu, divonis bersalah dengan hukuman pidana penjara yang berbeda dalam sidang yang digelar di pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (23/3).

Ketua Majelis Hakim, Dame Pandiangan dalam putusannya menyatakan para terdakwa terbukti bersalah karena mengambil barang yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain dengan maksud untuk memilikinya secara melawan hukum. Perbuatan itu melanggar Pasal 363 Ayat (1) Ke-3, Ke-4, dan Ke-5 KUHP.

Dalam vonis itu, Hakim menjatuhkan hukuman lebih berat kepada terdakwa I, Ramang Bin Yusuf dibanding rekannya yang lain. Dalam pertimbangan hakim dinyatakan Ramang merupakan otak pelaku pencurian itu. Selain itu Ramang juga sudah pernah menjadi narapidana (resedivis) karena terlibat dalam kasus pencurian.

”Menghukum terdakwa I, Ramang Ramang Bin Yusuf dengan hukuman pidana penjara satu tahun dan enam bulan, menghukum terdakwa kedua dan ketiga Supriyadi dan Agus Suwandi dengan pidana penjara selama 8 bulan,” ujar Dame.

Dame menyampaikan, putusan vonis untuk Ramang sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sedangkan kedua terdakwa lainnya dikurangi dua bulan dari tuntutan jaksa, atas pertimbangan para terdakwa menyesali perbuatannya dan belum pernah dihukum.

Atas putusan itu, para terdakwa dan JPU, Kadek Agus yang menghadiri sidang putusan itu menyatakan menerima.

Sekedar diketahui, kasus ini bermula pada hari Minggu (27/12) sekira jam 17.00 WIB, saat terdakwa Ramang, Agus Swandi dan Supriyadi, sedang berada di Wisma Sakura Tanjungpinang. Kemudian Ramang mengajak Agus dan Supriyadi melakukan pencurian pada malam hari di salah satu rumah yang terletak di Jalan Bakar Batu dan perencanaan tersebut disepakati oleh para terdakwa.

Lalu kemudian para terdakwa dengan berjalan kaki melintas di Jalan Bakar Batu dan mengarah ke lokasi sebuah rumah yang kesehariannya ditinggali oleh korban Natalia Jayanti beserta keluarga.

Sekitar pukul 20.30 WIB para terdakwa sampai di depan rumah korban kemudian para terdakwa melihat keadaan di rumah tersebut tidak ada orang. Saat itu saksi korban dan suaminya sedang berada di luar rumah. Kemudian setelah melihat situasi aman lalu para terdakwa membagi tugasnya masing-masing. Ramang bertugas memasuki rumah, sedangkan Supriyadi dan Agus bertugas untuk menjaga dan mengawasi situasi di luar rumah.

Setelah itu, kemudian Ramang masuk ke dalam rumah saksi korban dengan cara mendobrak atau mendorong dengan keras pintu depan rumah tersebut hingga kunci pintu depan rumah tersebut rusak dan terbuka. Setelah pintu terbuka ia lalu masuk ke dalam rumah menuju ruang tengah, membuka laci lemari yang berada di ruang tengah rumah dan mengambil barang berupa satu unit laptop merk Toshiba warna hitam, satu buah charger laptop dan satu tas laptop warna hitam yang tersebut yang terletak di dalam laci lemari tersebut. Akibat perbuatan para terdakwa, saksi korban mengalami kerugian ditaksir sekira Rp. 6.000.000. (ias/bpos)

Respon Anda?

komentar