Ngaku Polisi, Bawa Kabur HP, Polisi Bodong Dijerat Pasal Berlapis

636
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Subandoro (19), pria yang mengaku polisi, didakwa pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas perbuatannya yang telah mengelabuhi korban Iis Apriyani hingga berhasil menguasai handpone milik korban.

Dalam dakwaan JPU, Kadek Agus Dwi, diuraikan kronologi perbuatan itu dilakukan saat terdakwa, membuka facebook dan melihat di bursa jual beli (BJB) Tanjung Pinang ada yang memposting, menjual handpone Lenovo S90. Kemudian terdakwa menelpon orang yang memposting ponsel tersebut. Terdakwa kemudian membuat janji untuk bertemu dengan korban di suatu tempat untuk bertransaksi.

”Setelah bertemu, terdakwa menghampiri korban dan berkata abang yang mau beli Hpnya, Saya Yudi Polisi yang bertugas di Polsek Timur,”ujar Kadek menirukan terdakwa.

Kadek melanjutkan, terdakwa kemudian meminta handpone korban untuk mengecek kondisinya. Terdakwa sempat melakukan tawar menawar harga guna meyakinkan korban. Namun korban tetap dengan harga semula Rp 2,8 juta. Korban pun semakin yakin, karena pelaku menggunakan kaos Polisi berwarna abu-abu yang bertuliskan ‘Sabhara’.

”Ya sudah handponenya saya ambil dan uangnya saya bayar di depan Polsek Timur, karena malam ini saya dinas di sana,” kata terdakwa sembari membawa kabur handpone korban.

Korban, sempat mengejar terdakwa, karena handponenya dibawa begitu saja. Namun karena terdakwa berlaju kencang, korban pun kehilangan jejak terdakwa. Merasa curiga, korban pun mendatangi Mapolsek Tanjungpinang Timur. Saat ke Polsek Timur, memang ada polisi yang juga bernama Yudi. Namun saat ketemu, korban kaget karena Yudi yang ditemuinya di kantor itu, berbeda dengan orang yang membawa pergi handpone-nya. Korban sadar, jika ternyata pelaku hanya mengaku-ngaku sebagai polisi untuk meyakinkan dirinya.

”Akibat perbuatan terdakwa saksi korban Iis Apry Yani mengalami kerugian sebesar Rp. 2,8 juta,” ucap Kadek.

Atas perbuatan itu, Kadek menyatakan terdakwa telah melanggar Pasal 378 KUHP dan melanggar Pasal 372 KUHP.

Usai pembacaan dakwaan oleh JPU, Majelis Hakim yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Dame Pandiangan kemudian menunda jalannya sidang untuk dilanjutkan pada satu minggu kedepan dengan agenda pemeriksaan saksi.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar