PLN Jamin Listrik Aman Saat UN, Siapkan 100 Pasukan Pelayanan Teknik

654
Pesona Indonesia
Suasana Ujian Nasional di salah satu sekolah tahun lalu. Foto: istimewa
Suasana Ujian Nasional di salah satu sekolah tahun lalu. Foto: istimewa

batampos.co.id – General Manager (GM) PLN Area Tanjungpinang, Armunanto memberi jaminan bertingkat kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang berupa kepastian tidak adanya pemadaman listrik ataupun gangguan terkait kelistrikan pada saat pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Terutama kepada 13 sekolah yang mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Adapun 13 sekolah di Kota Tanjungpinang yang mengikuti UNBK, yaitu SMPN 1, SMP Pelita Nusantara, SMPIT Al-Madinah. Kemudian SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMA Pelita Nusantara, dan SMA Santa Maria. Selanjutnya, SMKN 1, SMKN2, SMKN 4, SMK Pelita Nusantara dan SMK Maitreyawira.

“Kami mengupayakan bagaimana 13 sekolah ini bisa aman dalam pelaksanaan UNBK,” ujar Armunanto usai pertemuan antara PLN Area Tanjungpinang dengan guru dan juga pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang, di Kantor PLN Area Tanjungpinang, Kamis (24/3).

Armunanto menambahkan, pihaknya telah memetakan kendala dari setiap sekolah tersebut, dengan melakukan tindakan pengamanan listrik dari survey yang dilakukan di setiap sekolah. Selanjutnya pihaknya mencari solusi sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah yang telah disurvey. “Kami memberikan jaminan aman dalam pelaksanaan UN,” ujarnya.

Lalu bagaimana jika terjadi gangguan pada jaringan? Dikatakan Armunanto, gangguan jaringan merupakan hal yang tidak bisa diprediksi. Tapi pihaknya akan mengantisipasi itu, dengan berbagai upaya pencegahan.

Seperti menggelar pasukan pelayanan teknik yang diinstruksikan untuk mengamankan jaringan. “Ada 100 orang yang sudah dikerahkan untuk mengamankan jaringan,” ujarnya.

Selain itu, setiap petugas akan ditempatkan di 13 sekolah peserta UNBK, untuk memantau dan mengantisipasi serta bertindak cepat jika terjadi pemadaman yang tidak diduga. “Jika pemadaman tidak terelakkan lagi, ada UPS dan feeder yang masih bisa bertahan sekitar 15-20 menit. Sebelum itu, petugas akan bertindak cepat memulihkan listrik,” ujarnya.

Bagi sekolah yang membutuhkan genset, pihaknya juga akan membantu pemenuhannya. Hanya saja, karena keterbatasan, PLN Area Tanjungpinang akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang. “Kami cuma ada satu genset, sedangkan yang butuh tiga sekolah. Dua sekolah bisa kami back-up dengan satu genset. Satu lagi akan koordinasi dengan Pemko,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang, HZ Dadang Abdul Gani mengaku lega dengan jaminan yang diberikan oleh PLN Area Tanjungpinang. “Dengan begini orang tua tidak perlu khawatir lagi dengan kendala listrik padam,” ujar Dadang.

Ia berharap, kendala yang dihadapi di lapagan dapat diatasi secara bersama.

Ketua Panitia Ujian Nasional (UN) Kota Tanjungpinang, Soemantri memastikan persiapan menjelang pelaksanaan UN SMA dan SMK se-Kota Tanjungpinang telah mencapai 100 persen. Terutama persiapan teknis di 13 sekolah yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Seperti pemenuhan komputer di setiap sekolah.

Dikatakan Soemantri, 13 sekolah yang telah terdaftar untuk melaksanakan UNBK itu tidak bisa lagi membatalkan pelaksanaan untuk kembali ke sistem kertas. “Karena soal kertas sudah diedarkan oleh pusat,” ujar Soemantri yang juga Kabid Pendidikan Menengah di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang ini.

Pada tanggal 2 April 2016 mendatang, lanjutnya, soal-soal akan didistribusikan ke Tanjungpinang dari Pemerintah Provinsi Kepri.

Adapun UN tertulis tingkat SMA digelar pada 4-6 April 2016. Sementara UNBK SMA digelar pada tanggal 4-7 April dan dilanjutkan 11-12 April 2016. Selanjutnya, untuk jenjang SMK, baik UN tertulis maupun UNBK digelar 4-7 April 2016.

Lalu, untuk jenjang SMP, UN tertulis digelar pada 9-12 Mei 2016, ujian susulannya pada 16-19 Mei 2016. Sementara UNBK digelar pada 9-12 Mei 2016, ujian susulannya 16-17 Mei 2016.

Dalam pelaksanaan UN jenjang SMA akan diikuti 1565 siswa, dan SMK akan diikuti 1242 siswa. Sementara, untuk UN tingkat SMP diikuti 3348 siswa. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar