Tak Bermerek, Minyak Goreng Curah dan Gula Refinasi Dilarang Beredar Lagi

712
Pesona Indonesia
Minyak goreng curah dilarang beredar mulai akhir Maret mendatang. foto:net
Minyak goreng curah dilarang beredar mulai akhir Maret mendatang. foto:net

batampos.co.id – Minyak goreng curah dan gula refinasi bakal dilarang beredar mulai Minggu, 27/3). Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Anambas pun beberapa waktu menyampaikan imbauan kepada sejumlah pedagang agar tidak menjual lagi minyak goreng curah dan gula refinasi.

Namun gula refinasi dan minyak curah tersebut masih ditemukan di sejumlah pasar Tarempa dan sekitarnya. “Kita kemarin sudah kasih surat kepada pedagang-pedagang agar tidak menjual kedua barang tersebut,” ungkap Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan perdagangan Kabupaten Kepulauan Anambas Suhaimi Rabu (23/3) siang.

Menurut mereka, sesuai dengan Surat Edaran dari Kementerian Perdagangan bahwasanya batas akhir peredaran kedua barang tersebut yakni pada Minggu (27/3). Setelah itu maka barang akan ditarik dari
pasaran. “Seharusnya demikian tapi kita akan tetap bicarakan dulu dengan atasan, kita akan meetingkan,” ungkap mereka.

Yoel mengatakan untuk pelarangan peredaran minyak goreng curah itu dikarenakan minyak tersebut tidak ada merek dan tidak ada label SNI sehingga diragukan apakah minyak tersebut higienis atau tidak. “Minyak goreng curah itu tidak ada label SNI dan jadi tidak tahu apakah higienis atau tidak,” ungkapnya.

Sementara itu untuk gula refinasi dilarang beredar dipasaran karena untuk melindungi perusahaan home industri yang memproduksi gula biasa non refinasi. Pasalnya jika gula ini beredar dipasaran maka akan mempengaruhi peredaran gula non refinasi.

Gula refinasi, kata Yoel, hanya boleh beredar dikalangan tertentu seperti dipabrik-pabrik pengolahan makanan. “Kalau gula ini dilarang beredar bukan karena tidak sehat, tapi hanya upaya untuk melindungi pengusaha gula non refinasi,” ungkapnya.

Bila dikatakan tidak sehat itu kurang pas. Justru produsen gula refinasi mengatakan bahwasanya gula itu lebih sehat karena sistem penyaringan lebih bagus sehingga menghasilkan gula yang lebih putih.

“Ini masalah penggunaan dan pendistribusian saja, kalau mengenai sehat atau tidak jelas sehat karena gula ini biasa digunakan untuk membuat kue,” tutupnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar