Tak Penuhi Syarat, 11 Badan Usaha Angkot Diusulkan Untuk Dibekukan

720
Pesona Indonesia
Angkutan umum Bimbar dan Carry saat menunggu penumpang di halte depan SP Plaza Sagulung. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Angkutan umum Bimbar dan Carry saat menunggu penumpang di halte depan SP Plaza Sagulung. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam telah melakukan verifikasi terhadap seluruh badan usaha yang menaungi angkutan kota (angkot) yang berjumlah 21 badan usaha. Hasilnya, 11 di antaranya tak memenuhi syarat.

”Jadi hanya 10 saja yang memenuhi persyaratan,” kata Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Batam, Faisal Riza kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Kamis (24/3).

Faisal menuturkan, badan-badan usaha yang memenuhi syarat tersebut disarankan untuk bergabung dalam satu perusahaan, sementara yang tak memenuhi syarat akan diusulkan untuk dibekukan.

”Saran kita mereka merger ke dalam satu PT atau CV. Rata-rata mereka ini kan koperasi, hanya tiga mungkin yang berbentuk PT atau CV. Yang 11 (tak layak) kita usulkan pembekuan,” ucapnya.

Terkait jumlah angkot yang tak layak yang jumlahnya mencapai 814 unit dari 1.729 unit angkot se-Batam, sudah pasti akan dihitamkan. ”Masih kita carikan solusi, apakah diskrap. Kita belum tahu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Batam, Zulhendri mengatakan hal-hal yang tak dipenuhi badan usaha yang menaungi angkot-angkot itu, meliputi persyaratan administratif maupun teknis. ”Rata-rata gak ada,” ucapnya.

Zulhendri merinci persyaratan administratif yang tak dipenuhi seperti laporan keuangan, jumlah pegawai, pembayaran pajak, dan jika sebagai koperasi ada hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT).

”Fisiknya seperti kantor, ada pool (tempat berkumpul angkot), juga bengkelnya.

Ini sudah berlangsung lama, apa ini kita biarkan terus, inilah yang kita verifikasi,” ungkapnya. Sementara dari fisik kendaraan, tahun pembuatan, mesin, dan lain-lain sangat tidak laik untuk mengangkut penumpang. (cr13)

Respon Anda?

komentar