Warga Batam Masih Kekurangan Angkutan Massal yang Murah, Aman dan Nyaman

807
Pesona Indonesia
Warga Batam saat menggunakan Bus Trans Batam jurusan Sekupang-Jodoh. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Warga Batam saat menggunakan Bus Trans Batam jurusan Sekupang-Jodoh. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyatakan jumlah armada bus Trans Batam yang ada saat ini masih jauh dari cukup. Pasalnya, dengan jumlah total armada yang baru berkisar 52 unit, moda transportasi massal ini belum dapat mengangkut jumlah penumpang dengan maksimal.

”Idealnya kita punya 110 armada bus agar dapat mengangkut penumpang secara maksimal,” kata Kepala Bagian Humas Pemko Batam, Ardiwinata, kemarin.

Dengan jumlah yang ada saat ini, Ardi mengaku pihaknya baru dapat mengangkut sekitar tiga ribu penumpang saban harinya. Padahal, ia memperkirakan jumlah penumpang moda transportasi umum tersebut di Batam jauh lebih banyak.

”Jumlah pastinya kami belum dapat data, tapi pasti banyak mengingat pertumbuhan penduduk Batam juga tinggi,” paparnya.

Karena itu, Ardi mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan jumlah armada yang ada. Terlebih, tahun ini juga Batam mendapat tambahan bantuan 15 unit bus dari pemerintah pusat. Dengan itu, Pemko menargetkan bisa membuat 11 koridor Trans Batam. ”Saat ini baru enam koridor yang ada, nanti akan ditambah tiga lagi,” jelasnya.

Tiga koridor yang dibuka tahun ini, yaitu Jodoh-Batam Kota, Tanjung Piayu-Batam Kota, dan Tanjung Uncang-Batam Kota. ”Mulai 1 April nanti dua koridor yang beroperasi, Tanjung Piayu-Batam Kota dan yang sudah beroperasi Jodoh-Batam Kota,” kata dia lagi.

Sementara itu, kondisi angkot yang tak layak pakai membuat masyarakat resah, namun tak punya pilihan selain hingga tetap menggunakannya. Eva misalnya, pernah mengalami kejadian buruk naik angkot jurusan Jodoh-Nongsa.

”Waktu saya naik angkot, pernah pintu tengah mobilnya lepas. Beruntung tidak ada yang jatuh,” kata warga Perumahan Botania, Batam Kota ini.

Selain itu, Eva juga mengeluhkan tarif angkot yang lebih mahal. Ia yang sehari-hari bekerja di Dinas Sosial (Dinsos) Sekupang mengharapkan ada rute baru Trans Batam. ”Kalau bisa ada rute dari Nongsa agar tidak perlu lagi naik angkot,” ucapnya.

Warga lainnya, Vivi mengaku bus Trans Batam selalu menjadi pilihannya untuk transportasinya sehari-hari. Namun ia mengaku sesekali masih menggunakan angkot. ”Kadang takut, sopir angkot sering ugal-ugalan. Apalagi, kebanyakan sopirnya merokok,” ujar perempuan yang berprofesi sebagai guru itu.

Nurhayati, warga Sekupang juga mengaku senang menggunakan bus Trans Batam, karena ongkosnya cukup murah. Penumpang umum cukup membayar Rp 4 ribu untuk sekali jalan, sedangkan pelajar hanya Rp 2 ribu saja. Tak heran, ia setiap hari menggunakan bus untuk menuju tempat kerjanya di salah satu mal di Batam Kota.

Namun, sambungnya, dibutuhkan waktu lama untuk bisa menggunakan Trans Batam. Mungkin, kata dia, karena minimnya jumlah armada Trans Batam. Untuk itu, ia berharap Pemko bisa menambah jumlahnya.

Petugas Trans Batam, Ari mengatakan untuk wilayah Sekupang tidak mengalami perubahan jadwal. ”Tetap sama. Kita beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 19.00 WIB,” kata dia.

Menurutnya, jadwal kedatangan dan keberangkatan bus telah ditentukan. Setiap 20 menit sekali bus akan berangkat menuju Batam Kota dan Jodoh. Untuk tujuan Batam Kota ada enam bus sedangkan untuk tujuan Jodoh ada lima bus. ”Aman-aman saja, setiap pagi bus masih dipenuhi anak sekolah dan pekerja, kalau ada keterlambatan itu disebabkan kemacetan,” tuturnya. (rna/chyntya dewi panjaitan/cr17/ska/cr16)

Baca juga:

Tak Penuhi Syarat, 11 Badan Usaha Angkot Diusulkan Untuk Dibekukan

Respon Anda?

komentar