Warga Dukung Penutupan Seluruh Gelanggang Permainan di Batam

1035
Pesona Indonesia
Para pemain dan wasit yang diamankan di Gelanggang Permainan (Gelper) yang terletak di Komplek Windsor, Nagoya. Foto: Eggi/ batampos.co.id
Para pemain dan wasit yang diamankan di Gelanggang Permainan (Gelper) yang terletak di Komplek Windsor, Nagoya. Foto: Eggi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Puluhan titik lokasi gelanggang permainan elektronik (gelper) di wilayah Batu Aji dan Sagulung mendadak tutup sejak Kamis (24/3) hingga Jumat (25/3). Ini terjadi setelah polisi mengobrak abrik sejumlah lokasi gelper di kawasan Nagoya, Kamis (24/3) siang.

Informasi yang didapat koran Batam Pos di lapangan, tutupnya lokasi gelper tersebut karena para pengelola gelper takut didatangi polisi. Mereka takut mesin-mesin ketangkasan yang berbau judi di dalam lokasi gelper terendus polisi.

“Sejak kemarin siang, saat tahu di Nagoya ada penggerebekan, buru-buru langsung tutup di sini,” ujar Syamsudin, salah satu petugas kebersihan di lokasi Gelper e-Zone lantai II Mitra Mall.

Tidak saja di e-Zone Mitra Mall, gelper De Zone di lantai III pasar Fanindo juga mengambil langkah yang sama. Ketimbang disegel polisi, gelper yang ramai dikunjungi anak-anak dan orang dewasa itu memilih tutup. Begitu juga Studio Zone lokasi gelper di ruko Tunas Regency terlihat digembok rapat hingga siang tadi.

Di kawasan Sagulung, gelper di SP Plaza dan Top 100 juga tutup. Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Yoga Buanadipta Ilafi yang memimpin operasi penertiban gelper di Batu Aji dan Sagulung pun harus pulang tanpa hasil. Pasalnya sebelum polisi tiba di sana, semua lokasi gelper sudah tutup rapat dan digembok. “Lokasi-lokasi yang disampaikan warga saat didatangi sudah tutup. Tapi akan tetap diawasi kedepannya sesuai perintah atasan kami,” ujar Yoga.

Padahal di hari-hari biasa titik-titik lokasi gelper tersebut beroperasi hampir 24 jam dan selalu ramai dikunjungi warga baik anak-anak ataupun orang dewasa. Orang dewasa umumnya memainkan mesin ketangkasan seperti hunter fish untuk mendapatkan poin agar bisa di tukar dengan uang ataupun barang. Sementara anak-anak lebih pada permainan hiburan tanpa mengharapkan poin.

Sejumlah warga pernah protes dengan keberadaan lokasi gelper tersebut. Warga khususnya mereka yang punya anak usia sekolah khawatir anak mereka terjerumus dengan lokasi gelper tersebut untuk berjudi. “Takutnya ini (gelper) jadi sekolah judi bagi anak-anak,” kata Semi salah seorang warga di Fanindo belum lama ini.

Secara umum keberadaan lokasi gelper di kota Batam diakui warga cukup memprihatinkan. Sistem pengoperasioan yang menggabungkan mesin permainan anak dan mesin ketangkasan untuk orang dewasa dalam satu ruangan, menjadi persoalan tersendiri.

Orangtua khawatir anak-anak mereka ikut berjudi serta aktifitas orang dewasa yang bebas merokok di lokasi gelper bisa mengganggu kenyamanan anak-anak yang bermain di mesin permainan anak. “Asap rokok (dari orang dewasa) yang bikin saya kuatir, karena anak saya suka main di sini (De Zone) makanya kalau bisa ditutup saja,” ujar Semi lagi.

Sehingga warga mendukung pihak kepolisian untuk menindak tegas terhadap lokasi-lokasi gelper yang nakal dan berbau judi tersebut.”Kalau bisa semuanya ditutup saja,” kata Abdi warga lainnya di Batu Aji. (eja)

Baca juga:

78 Orang Terjaring dalam Penggerebekan Gelper di Komplek Windsor

Kapolda Kepri Instruksikan Tutup Semua Gelper di Batam

Respon Anda?

komentar