Ada Kabel di Bawah laut, Tanjung Sauh Tak Layak Jadi Pelabuhan Peti Kemas

1419
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Direktur PT Pelabuhan Kepri, Kapten Ahmad Jauhari mengatakan Tanjungsauh, Batam sudah tidak layak lagi untuk dirancang sebagai Pelabuhan Peti kemas. Pasalnya, sudah diganggu dengan keberadaan kabel bawah laut yang menghubungkan listrik Batam-Bintan.

“Jelas Tanjungsauh, Batam tidak lagi menjadi lokasi strategis untuk dibangun Pelabuhan peti kemas,” ujar Kapten Jauhari, usai mengisi seminar kemaritiman di Univeristas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Kamis (24/3) lalu.

Dijelaskannya, tidak ada kapten kapal yang berani untuk melabuhkan kapalnya diarea kabel bawah laut. Karena sangat beresiko. Menurut Jauhari, di Kepri saat ini tidak ada pelabuhan yang layak untuk di kelola secara bisnis.

Sebagai perusahaan BUMD yang berupaya untuk menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Provinsi Kepri.

“Terkait keinginan kami untuk membangun pelabuhan sudah kami sampai kepada Pak Gubernur,” ungkap Jauhari.

Lebih lanjut, pria yang memutuskan pensiun dini sebagai General Manajer (GM) Pelindo Pelabuhan Kijang tersebut juga mengatakan, pihaknya juga tengah berupaya mendapatkan area untuk dikelola sebagai wilayah labuh jangkar. Akan tetapi keinginan terawbut masih diganjal oleh pihak Kementerian perhubungan.

“Pusat masih memegang kendali atas pengelolaan laut Kepri. Sehingga membuat kita sulit untuk bergerak,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pihaknya sudah menyusun rencana binis PT Pelabuhan Kepri. Diantaranya adalah labuh jangkar, kolam pelabuhan, panduan kapal, penundaan kapal, ship to ship transfer, bunkering BBM, pencampuran dan pengolahan BBM.

“Untuk mewujudkan kesejahteraan daerah, kita harus sama-sama berani melawan. Kalau tidak,Kepri akan terus bergantung pada nasib bagi Hasil Migas,” tutupnya.(jpg)

Respon Anda?

komentar