Bosan Miskin, Gendut Bunuh Mbah Dukun

1522
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – ”Saya bosan hidup miskin,” begitu alasan Gendut. “Makanya, saya pengin ambil merah delima milik mbah dukun. Kabarnya, batu itu bisa membuat orang jadi kaya.”

Edi Budianto alias Gendut, 28 akhirnya ditangkap polisi dengan tuduhan membunuh Kasbi, 70, paranormal atau dukun yang tinggal di Dusun Sidowayah, Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, 15 hari lalu.

Pelaku yang berprofesi sebagai penjual pentol (baso kanji) tersebut membunuh korban karena gelap mata. Dia ternyata mengincar batu akik merah delima milik Kasbi. Pelaku meyakini bahwa batu akik merah delima itu dapat mengentaskan dirinya dari kemelaratan.

Gendut mengaku merencanakan aksi jahatnya sejak seminggu sebelum pembunuhan terjadi. Tepatnya, setelah dia mendapatkan kabar bahwa Kasbi memiliki batu bertuah yang mampu membuat awet muda dan memiliki kekuatan penyembuh. ”Istri saya jadi pasien mbah dukun. Beberapa kali berobat nggak sembuh. Dari situlah, saya dengar Mbah Kasbi punya merah delima. Katanya, batu itu sudah ditawar hingga Rp 1 miliar. Saya ingin memilikinya,” terangnya.

Akhirnya Gendut mulai menyusun skenario pembunuhan terhadap Kasbi. Dia nekat membawa sangkur dan bendo (semacam golok) untuk menghabisi sang dukun. Dengan mengendarai motor Honda Supra X bernopol AE 3223 J, pelaku kemudian mendatangi rumah Kasbi pada Kamis (10/3) sekitar pukul 08.00.

Karena kondisi rumah sepi, Gendut pun leluasa beraksi. Kasbi dibunuh saat hendak sarapan. Pelaku menusuk Kasbi belasan kali di bagian perut dengan menggunakan sangkur.

”Karena nggak mati-mati, dada mbah dukun akhirnya juga saya tusuk. Lalu, wajahnya saya sayat biar cepat mati,” tutur Gendut.

Setelah yakin korban sudah tidak bernyawa, Gendut membobol lemari milik korban. Sayang, dalam lemari itu, Gendut tidak menemukan batu akik merah delima yang diincarnya. Tidak ingin pulang tangan kosong, dia akhirnya menggasak sebilah keris yang selama ini digunakan Kasbi sebagai media untuk mengobati pasien serta batu kecubung yang menjadi jimat keramat korban.

”Tidak ada batu merah delima. Jadi, saya ambil keris, batu kecubung yang dibungkus kain, dan kertas jimat. Juga amplop. Saya kira ada uangnya, ternyata kosong. Saya lalu pulang,” paparnya.

Gendut tergolong cukup pintar untuk menyembuyikan aksi kejahatannya. Polisi harus bekerja ekstrakeras untuk mengungkap kasus pembunuhan dukun di Kedunggalar itu. Petugas Satreskrim Polres Ngawi mendapatkan titik terang setelah ada saksi yang mengaku melihat Gendut di sekitar rumah korban. Polisi berhasil menemukan sidik jari Gendut yang tertinggal di tikar milik korban.

Polisi mengejar pelaku. Tiga butir timah panas terpaksa diletuskan dari pistol petugas agar Gendut menyerah.

”Saat ditangkap, pelaku mau kabur. Kami bertindak cepat dengan melumpuhkannya lewat tembakan di betis kiri,” jelas Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Andy Purnomo kemarin. (mg2/aan/c17/dwi/flo/jpnn)

Respon Anda?

komentar