Bus Trans Batam Dipukul Besi, Sopirnya Diancam

5291
Pesona Indonesia
Pelajar saat menumpang Bus Trans Batam tujuan Batamcenter-Batuaji. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Pelajar saat menumpang Bus Trans Batam tujuan Batamcenter-Batuaji. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Sopir bus Trans Batam mendapat teror dari sejumlah orang yang mengaku sopir angkutan umum (angkot). Mereka mengancam hingga menghadang bus Trans Batam di tengah jalan. Akibatnya, para sopir Trans Batam ini, tidak bisa bekerja dengan tenang karena takut.

Ilham, salah satu sopir bus Trans Batam yang melayani trayek Batamcenter-Batuaji, mengaku menerima ancaman dan bus yang kendarainya dihadang di tengah jalan dari orang yang mengaku sopir angkot. ”Salah satu di antara mereka mengenakan penutup wajah dan membawa besi,” ungkapnya kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id) dalam perjalanan Batamcenter-Batuaji, Jumat (25/3).

Menurutnya, perlakuan yang diterimanya itu, setelah terjadi unjuk rasa yang dilakukan ratusan sopir angkot yang mendesak pengurangan jam operasional bus Trans Batam, beberapa waktu lalu.

Dia menuturkan peristiwa tersebut terjadi ketika dia berangkat dari halte Mega Mall, Rabu (24/3) lalu sekitar pukul 17.20 WIB. ”Saat bus berada di Simpang Kara atau depan Duta Mas, tiba-tiba ada lima orang yang mengaku sopir angkot menghadang bus Trans Batam di tengah jalan,” ungkapnya.

Mereka mengancam agar bus Trans Batam rute Batamcenter-Batuaji tidak beroperasi pukul 17.00 WIB. ”Saya sendiri bingung dan takut, apalagi penumpang. Saat itu, ada sekitar 20 penumpang yang saya angkut,” ujar Ilham.

Untuk keamanan penumpang, sambungnya, bus Trans Batam yang disopirinya tetap melaju meneruskan perjalanan dan tidak mengindahkan oknum sopir yang menghadang di tengah jalan tersebut. Akibatnya, salah satu dari mereka yang membawa besi kemudian memukul bagian belakang sebelah kiri badan bus. ”Mungkin mereka marah merasa diabaikan” kata pria asli Batam ini.

Tak sampai di situ, oknum supir itu naik angkot dan mengejar bus Trans Batam sampai Perum Damri di Tanjunguncang. Bahkan selama perjalanan, angkot-angkot itu terus mengganggu perjalanan bus. ”Ada tiga mobil yang ngejar kami. Mereka klakson-klakson kami terus, namun kami tak peduli,” tutur Ilham lagi.

Pria 22 tahun ini menambahkan, akibat unjuk rasa sopir angkot beberapa waktu lalu, jam operasional dan armada bus Trans Batam jurusan Batamcenter-Batuaji dikurangi. Biasanya sudah beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB, tapi sekarang hanya melayani mulai pukul 08.00 sampai 17.00 WIB. Jumlah armada yang dioperasikan juga tinggal empat dari biasanya delapan bus dalam sehari. ”Tentu saja yang dirugikan pelajar dan pekerja. Karena tidak bisa lagi menggunakan Trans Batam,” sebutnya.

Satri yang sehari-hari biasanya menggunakan Trans Batam jurusan Batamcenter-Batuaji, mengaku kesal terhadap perubahan jam operasional bus yang dikelola pemerintah itu. ”Kalau naik angkot mahal, naik bus Trans Batam lebih murah dan nyaman,” ujar mahasiswi Politeknik Batam jurusan manajemen bisnis ini.

Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) bus Trans Batam, Edi mengatakan, jangan sampai kepentingan masyarakat banyak dikalahkan oleh kepentingan segelintir orang. Ia juga berharap agar Pemerintah Kota (Pemko) Batam segera mengevaluasi kebijakan tersebut. (cr16/rng)

Respon Anda?

komentar