Di Anambas Tak Beredar Uang Pecahan Rp 500

1144
Pesona Indonesia

500-rupiahbatampos.co.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas kesulitan dalam penetapan harga BBM di Kabupaten Kepulauan Anambas. Pasalnya di Anambas uang pecahan Rp100, Rp200 dan Rp 500 tidak ada. Uang pecahan terkecil yang beredar di Anambas adalah pecahan Rp 1000.

Sebagai contoh. Saat ini di Anambas harga bensin eceran yang dikemas dalam satu botol aqua volume 1,5 liter seharusnya dijual dengan harga Rp14.500. Namun karena tidak ada uang pecahan Rp 500, maka dibulatkan menjadi Rp15 ribu atau Rp14 ribu perbotol.

“Rata-rata di Tarempa dijual Rp14 ribu tapi kalau di luar Tarempa atau yang agak terpencil harganya Rp15 ribu perbotol,” ungkap salah seorang warga Tarempa, Agung.

Menanggapi masalah ini Asisten Ekonomi Pembangunan Setdakab Anambas, Andi Agrial, membenarkan, bahwasanya pihaknya cukup kesulitan dalam menetapkan penyesuaian harga bensin bersubsidi yang diketuk Rp14.500 per botol volume 1,5 liter. Namun karena sudah keputusan bersama itu harus dijalankan. Penyesuaian harga yang ditetapkan tersebut merupakan harga maksimal.

“Lebih dari harga Rp14.500 tidak boleh, kecuali untuk di luar Tarempa. Tinggal menyesuaikan saja harganya,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Di mini market pun tidak ditemukan harga barang yang menggunakan pecahan Rp 500. Semuanya dibulatkan. Contoh harga produk susu, semuanya dibulatkan dari mulai harga Rp35 ribu, Rp45 ribu, Rp83 ribu dan sebagainya. “Kita tidak akan menjumpai harga susu Rp45.500,” ungkap salah seorang warga Tarempa, Syahid. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar