Informasi Razia Bocor, Polisi Hanya Angkut Lapak Judi Dadu di Lokalisasi 15

769
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Lapak judi dadu (cingkoko) di lokalisasi kilometer 15, Kota Tanjungpinang, diangkut tim razia gabungan penyakit masyarakat (Pekat), Polri dan Satpol PP Kota Tanjungpinang, yang menggelar razia pada Kamis (24/3) sekitar pukul 23.00 WIB.

Pantauan dilapangan, sebelum mendatangi lokasi perjudian yang ada di tengah-tengah kawasan lokalisasi tersebut, petugas terlebih dulu memulai razia dengan mendatangi lokasi Royal Mahjong Club yang terletak di Jalan Potong Lembu. Disitu, petugas menemukan beberapa orang sedang bermain mahjong. Mereka pun kemudian diminta untuk meninggalkan lokasi tersebut.

Selanjutnya, petugas juga menyisir kawasan Bintan Plaza yang selama ini juga terdapat lapak judi dadu. Namun, dalam kegiatan yang berlangsung kemarin tersebut tidak ditemukan adanya aktifitas perjudian. Petugas pun melanjutkan perjalanan dan menyusuri lapak judi di Puskesmas Melayu Kota Piring. Di situ petugas juga tidak mendapati adanya aktifitas di lapak yang sebelumnya telah di rubuhkan.

Masih pantauan dilapangan, lokasi terakhir yang didatangi yakni lapak judi yang berada di tengah pemukiman lokalisasi kilometer 15. Di situ juga petugas tidak mendapati adanya aktifitas judi dadu. Namun, fasilitas untuk berjudi yang ada disana diangkut petugas dan dimasukkan ke dalam mobil Dalmas.

Kabag Ops Polres Tanjungpinang, Kompol Jamaluddin mengatakan razia yang dilaksanakan bersama Satpol PP ini memang sengaja dilaksanakan pihaknya. Karena memang kegiatan seperti ini dilaksanakan secara berkesinambungan.

”Sasaran kegiatan malam ini (kemarin) ada empat lokasi yang diduga adanya aktifitas perjudian,” ujar Jamaluddin, saat ditemui usai memimpin jalannya razia tersebut di Mako Polres Tanjungpinang.

Dikatakan Jamaluddin, dalam razia yang dilaksanakan kemarin, pihaknya melakukan penyegalan di lokasi tempat bermain mahjong yang berada di kawasan Potong Lembu. Hal tersebut karena dari permainan tersebut diduga adanya unsur perjudian.

”Tempat main mahjong itu kami datangi karena diduga jadi tempat bermain judi. Untuk sementara kami pasang Police Line disana sambil menunggu konfirmasi dari Pemko Tanjungpinang selaku pemberi izin. Apakah itu murni hanya untuk olahraga atau bagaimana,” kata Jamaluddin.

Dilanjutkan Jamaluddin, selain menyegel lokasi tempat bermain mahjong. Pihaknya juga membawa peralatan untuk berjudi yang ada di lokalisasi kilometer 15.

”Memang tidak ditemukan adanya yang berjudi di sana. Tapi ada lapak untuk berjudi maka dari itu kami angkat dan bawa ke Polres untuk kami musnahkan,” ucap Jamaluddin.

Sementara saat ditanya apakah kegiatan razia yang dilaksanakan malam kemarin itu diduga bocor karena tidak didapatinya aktifitas perjudian di lokalisasi 15, Jamaluddin mengatakan kemungkinan bocor tersebut ada. Hal tersebut karena tidak didapati adanya aktifitas.

”Padahal sebelum menuju kesana, informasi yang kami dapatkan ada aktifitas perjudian di sana. Tapi begitu didatangi sudah kosong. Kan tadi kita lihat bersama banyak kendaraan di sana tapi orang-orangnya pada menghilang,” pungkas Jamaluddin.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar