Kejaksaan Sita Dokumen di PDAM Natuna untuk Diaudit BPKP

931
Pesona Indonesia
Pegawai Kejari Ranai menggeledah Kantor PDAM Natuna di Jalan DKWM Benteng, Kamis (24/3). Petugas mencari barang bukti data dugaan korupsi. foto:aulia rahman/batampos
Pegawai Kejari Ranai menggeledah Kantor PDAM Natuna di Jalan DKWM Benteng, Kamis (24/3). Petugas mencari barang bukti data dugaan korupsi. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Kejaksaan Negeri Ranai menyita sejumlah dokumen dari kantor PDAM Natuna. Kejaksaan menggeledah kantor PDAM Natuna di jalan DKW Mohd Benteng Ranai, Kamis (25/3) lalu.

Kasi Pidus kejaksaan negeri Ranai Syafri Hadi mengatakan, penggeledahan untuk memeriksa dokumen penggunaan anggaran penyertaan modal sebesar Rp 3,5 miliar kepada PDAM tahun 2015 lalu. Dugaan tersebut sudah dalam penyidikan sejak bulan Febuari lalu.

“Ada dokumen terkait penggunaan anggaran penyertaan modal kami sita. Untuk diaudit di BPKP,” kata Syafri, Jumat (26/3).

Sejauh ini pihak Kejaksaan belum menegsakan pelanggaran yang ditudingkan kepada PDAM. Namun dikatakan Syafri, penyalahgunaan anggaran akan didalami setelah dihasil audit dokumen di BPKP.

“Masih didalami, kami pelanggaran penyalahgunaan anggarannya, makanya kami geledah kantornya, untuk cari pelanggarannya,” ujar Syafri.

Penggeledahan kantor PDAM dilakukan setelah dugaan penyalahgunaan anggaran ditingkatkan ke penyidikan. Sebelumnya sasaran target Kejaksaan kepada PDAM terhenti, karena pelaksanaan kegiatan di lapangan tidak menemukan kejanggalan. Namun Kejaksaan mengalihkan bidikannya pada penggunaan anggaran.

“Awalnya kami menerim sedikit saja laporan dari masyarakat. Memang awalnya kegiatannya tidak sesuai, tapi setelah diverifikasi oleh tim audit pusat selesai 100 persen. Tapi kami kejar lagi penggunaan anggarannya, di mana letak penyalahgunaannya ya kami belum bisa katakan,” ujar Syafri.

Sementara Direktur PDAM Natuna Suparman mengaku, pihak Kejaksaan sudah menyita dokumen terkait penyertaan modal saat penggeledahan kantor PDAM kemarin. Pihaknya menerima segala tuduhan pihak Kejaksaan.

“Kami terima saja tuduhannya, dokumennya pun sudah disita untuk diaudit,” singkat Suparman.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar