Korabn DBD di Karimun Capai 208 Kasus, Tiga Korban Meninggal Dunia

1483
Pesona Indonesia

Nyamuk DBDbatampos.co.id – Dinas Kesehatan Karimun mencatat, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mencapai 208 kasus selama Maret 2016. Di antranya, telah memakan korban jiwa tiga orang. Mayoritas yang terkena DBD rata-rata anak-anak dan balita. Sedangkan, penyumbang DBD masih tetap wilayah Kecamatan Tebing, Karimun, Meral, Meral Barat.

”Sementara kecamatan Durai yang belum ada kasus DBD, baik anak-anak maupun orangtua yang terkena nyamuk Aedes Aegypti. Sekali lagi, kita himbau agar menjaga kebersihan lingkungan. Sebab, cuaca saat sekarang ini sangat-sangat rawan sekali terhadap berjangkitnya DBD,” jelas Kepala Bidang Kabid Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Karimun, Rahmadi, kemarin (25/3).

Untuk bulan Maret ini, sudah dua orang meninggal dunia terkena DBD. Pertama Evan (7) putra pertama dari Evi guru di SMA 4 Binaan Karimun. Kemudian, Al Ghazali bayi usia 7 bulan anak dari Iswandi warga RT5/RW2 Kelurahan Sungai Pasir, meninggal dunia di RSUD Karimun positif terkena DBD.

”Kemarin (Kamis,red), kita sudah rapat bersama-sama dengan dokter. Untuk mengantisipasi, semakin bertambahnya kasus DBD di Kabupaten Karimun. Artinya, bagaimana memaksimalkan penanganan pasien DBD. Sekali lagi, kita himbau kepada masyarakat, agar melaksanakan 3 M plus, menguras, menutup, mengubur, memantau,” sarannya.

Karena, ancaman DBD ini sangat serius untuk diperhatikan semua pihak. Khususnya, bagi orangtua yang mempunyai balita, apabila anaknya deman segera dibawa ke Rumah sakit atau Puskesmas untuk dilakukan pengecekan lebih insten lagi. Mengingat, dari kasus-kasus DBD yang selama ini ditangani rata-rata orangtua terlambat membawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit.

”Kalau ada tanda-tanda demam panas yang tidak turun, secepatnya di bawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit. Jangan ditunggu lagi, agar secepatnya dapat di tangani oleh dokter,” ajak Rahmadi kembali. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar