Ngetem Sembarangan, Angkot Picu Kemacetan

1053
Pesona Indonesia
Angkutan umum Bimbar dan Carry ngetem di depan SP Plaza Sagulung. Angkutan yang ngetem sembarangan ini kerap membuat jalan menjadi macet. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Angkutan umum Bimbar dan Carry ngetem di depan SP Plaza Sagulung. Angkutan yang ngetem sembarangan ini kerap membuat jalan menjadi macet. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kemacetan merupakan pemandangan sehari-hari yang biasa ditemukan di Batam. Apalagi saat jam sibuk seperti pagi dan sore hari. Banyak hal yang menjadi penyebab kemacetan, paling utamanya ialah pengendara angkot.

Pantauan koran Batam Pos (grup batampos.co.id) di Simpang Panbil Mukakuning, angkot yang kerap mangkal sembarangan menunggu penumpang dituding sebagai salah satu penyebab kemacetan. Bahkan, para sopir angkot terlihat dengan bebasnya menaikkan dan menurunkan penumpang secara sembarangan. ”Kadang-kadang sopirnya juga kencang, sesaat kemudian berhenti mendadak di depan kita,” ujar Yanto, warga Batuaji.

Kondisi seperti ini, tidak hanya menjadi biang kemacetan, tetapi juga sangat membahayakan pengendara jalan lain. Tak ayal, banyak kecelakaan yang diakibatkan oleh ulah sopir angkot. ”Di sini saja tak terhitung kecelakaan oleh angkot,” ucapnya.

Minimnya pengaturan lalu lintas dari pihak terkait, baik kepolisian maupun Dinas Perhubungan juga diklaim sebagai penyebab utama kemacetan. Padahal sebagaimana diketahui di persimpang ini ada pos polisi yang bertugas mengamankan kemacetan jalan. ”Sudah tahu ada polisi, tapi kok angkot yang berhenti sembarangan tak ada dilarang,” kata Yanto heran.

Geri, warga Seibeduk juga mengaku heran dengan peran pemerintah dalam mengatasi masalah kemacetan. Pasalnya, selama ini pemerintah terkesan melakukan pembiaran. ”Seharusnya angkot yang menjadi biang kemacetan itu diberi sanksi,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan Harun Al Rasyid Leutuan. Menurut dia, seharusnya sopir angkot berhenti di halte. ”Mau ngetem atau naik dan turunkan penumpang yah di situ. Ini malah seenaknya mereka,” ungkapnya.

Terpisah, Wawan, 18, seorang pengemudi angkot Bimbar membantah tudingan kemacetan yang dialamatkan kepada sopir angkot. Ia menuding, kemacetan yang terjadi akibat volume kendaraan tidak sebanding dengan luas badan jalan yang ada. ”Hitung saja berapa jumlah kendaraan dan luas jalan,” sebutnya.

Ditanya tentang banyaknya sopir angkot yang menurunkan penumpang di persimpangan jalan, ia juga kembali berkhilah kalau aksi tersebut tidak dilakukan oleh semua sopir angkot. ”Jangan lah, sedikit-sedikit disalahkan angkot,” ucapnya. (rng)

Respon Anda?

komentar