Organda Tuntut Ketegasan Dishub Tertibkan Angkutan Umum Tidak Layak Jalan

761
Pesona Indonesia
Angkutan umum jurusan Mukakuning-Batuaji saat ngetem di depan Plaza Batamindo. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Angkutan umum jurusan Mukakuning-Batuaji saat ngetem di depan Plaza Batamindo. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Sejumlah elemen masyarakat menuntut ketegasan Dinas Perhubungan (Dishub) Pemko Batam untuk menindak angkutan yang tidak layak jalan. Padahal, Pemko mengatakan saat ini ada sekitar 800 unit angkutan umum yang tidak layak jalan.

“Jangan hanya ngomong saja. Buktikan dong. Kita mendukung Pemko Batam kalau memang mereka menemukan ada yang tak layak jalan dan langsung ditindak,” kata Hardi Sam Harun, ketua Organda Kota Batam.

Hardi mengatakan angkutan umum yang tidak layak jalan ini memang harus diberikan sanksi tegas. Karena jika tidak, maka akan menimbulkan kecemburuan sosial.

“Kan tidak enak, kalau ada angkutan yang layak jalan sesuai ketentuan. Sementara ada angkot yang bahkan surat-suratnya tidak ada. Tetapi ingat Pemko harus menunjukkannya,” katanya.

Werton Panggabean, anggota komisi III DPRD Kota Batam juga menegaskan bahwa Dishub Pemko Batam selama ini hanya janji-janji dalam melakukan penertiban. Banyak angkutan yang ugal-ugalan di jalan raya.

“Kenapa yang ugal-ugalan itu tidak dicabut saja izinnya. Dishub harus tegas,” katanya.

Menurutnya, Dishub harus sering melakukan razia. Dengan demikian, para sopir angkutan pelan-pelan akan memperbaiki administrasi dan kelengkapan dalam mengemudi. Termasuk fisik dari kendaraan juga harus sesuai ketentuan,” katanya.

Sementara itu, Faisal Reza, kabid lalu lintas dan angkutan Jalan Dishub Kota Batam mengatakan kebanyakan dari angkutan umum tak layak jalan karena sudah berumur tua. Ini menjadi pekerjaan berat dari Dinas Perhubungan untuk melakukan penertiban. Makanya sekali seminggu, Dishub akan melakukan penertiban.

“Kita sudah agendakan tahun ini akan menggelar sekitar 48 kali penertiban. Atau sekitar sekali seminggu. Ini menjadi pekerjaan berat buat kita. Sasaran kita adalah angkutan umum dan angkutan barang,” kata

Anggaran untuk penertiban ini ratusan juta rupiah, dan akan dilakukan di tempat yang berbeda-beda. Ini dilakukan untuk menciptakan angkutan yang aman dan nyaman di Batam. Di mana saat ini diperkirakan sangat banyak angkutan umum yang tidak layak jalan tetapi masih beroperasi. (ian)

Respon Anda?

komentar