Tersangka Korupsi Padat Karya Rp 19 M di Natuna, Joko Jadi Buronan Sejak 2013

1055
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ranai Syarif Hadi, mengatakan, Kejari Ranai masih memburu tersangka Joko Yudo Putro selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Pemkab Natuna, yang melarikan diri sejak 2013 lalu.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) Eselon III tersebut kabur setelah ditetapkan tersangka oleh Kejari Ranai terkait kasus dugaan korupsi padat karya yang bersumber dari APBD Natuna tahun anggaran 2009 sebesar Rp 19 miliar. Kasus tersebut merupakan limpahan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri.

Program padat karya tersebut kata Syarif, dilaksanakan di 60 desa dan 7 kelurahan. Dan melibatkan sebanyak 30 perusahaan dalam proyek pengadaan barang.

”Kasus ini masih tetap jalan. Kuncinya di Joko, karena tanpa dia kasus ini tidak bisa diteruskan,” kata Syarif di Kantor Kejari Ranai, Jumat (25/3).

Syarif mengaku, pihaknya terus memburu keberadaan tersangka Joko dengan memasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kepolisian.

”Kami sudah meminta bantuan pusat. Intinya, masih kami lakukan pencarian keberadaan tersangka,” ungkapnya. (arn/bpos)

Respon Anda?

komentar