Tidak Ada Pembelian Mobil Dinas Baru bagi Pejabat di Pemprov Kepri

747
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Biro Perlengkapan Pemerintah Provinsi Kepri, Martin menegaskan, anggaran keuangan daerah yang mengalami defisit, berimbas pada pengadaan mobil dinas pejabat.

“Tidak ada pengadaan mobil baru untuk kalangan pejabat di lingkup Pemprov Kepri,” tegas Martin, dijumpai usai rapat bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, di Dompak, belum lama ini.

Bila memang bagi pejabat-pejabat tinggi tidak mendapat mobil dinas, lantas bagaimana dengan kendaraan kerja gubernur dan wakil gubernur? Khusus untuk mobil dinas kepala daerah, Martin mengatakan, usia kendaraan sebelumnya yang sudah 10 tahun membuatnya mesti diganti dengan mobil baru. Martin mengaku tidak punya pilihan lain kendati anggaran sedang mengalami defisit.

”Sebenarnya tahun ini masih defisit anggaran. Tapi, mau bagaimana lagi. Mobil gubernur dan wakil gubernur yang sering dipakai beliau saat ini, sudah 10 tahun. Jadi, kami akan beli mobil sedan New Camry yang baru untuk keduanya.” ungkap Martin.

Tanpa ragu, Martin menyebutkan mobil gubernur dan wakil gubernur yang sekarang ini sudah tidak layak lagi digunakan untuk kegiatan kepala daerah. Apalagi mengingat jadwal kegiatan keduanya yang padat. Tentu membutuhkan kendaraan yang kondisinya benar-benar bagus. Khawatirnya, jika tetap menggunakan kendaraan yang sekarang dipakai, maka kegiatan gubernur dan wakilnya akan terganggu.

“Harga satu unit New Camry itu sekitar Rp 600 juta,” ungkap Martin.

Karena mobil sedan terbaru ini belum terbeli, selama ini di setiap aktivitasnya Gubernur Sani memang lebih kerap menggunakan mobil pribadinya.

Berkaitan dengan defisit anggaran, Martin menegaskan bahwa untuk biaya pemeliharaan kendaraan dinas tidak bisa dipangkas. Sebab, biaya pemeliharaan anggaran adalah dana rutin yang jumlahnya tidak bisa dikurangi.

”Kalau untuk biaya pemeliharaan kendaraan tidak bisa kita kurangi. Tapi kalau bertambah, itu sudah pasti.” pungkasnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar