Kualifikasi F1 Balik Sistem Baru, Pebalap dan Fans Kecewa

1077
Pesona Indonesia
Kecelakaan yang terjadi di balapan formula 1. Foto: f1/istimewa
Kecelakaan yang terjadi di balapan formula 1. Foto: f1/istimewa

batampos.co.id РKeinginan para pebalap Formula 1 agar kualifikasi kembali ke sistem lama dimana para pebalap bisa  menggeber mobil mereka untuk memperbaiki catatan waktu hingga menit akhir kualifikasi, bertepuk sebelah tangan. Penyelenggara tetap pada komitmennya kembali menerapkan sistem baru, yaitu sistem gugur seperti yang diterapkan di seri pembuka F1 2016 di GP Australia.

Sepucuk surat terbuka kemudian dilayangkan Asosiasi Pembalap Grand Prix (GPDA). Yang meneken adalah Direktur GPDA Jenson Button dan Sebastian Vettel serta Chairman Alex Wurz. Mereka mendesak para pemilik tim dan pihak terkait di F1 merestrukturisasi organisasi F1 Management.

Surat itu, antara lain, berbunyi, ”Kami merasa bahwa beberapa perubahan aturan yang terjadi belakangan ini (baik dari sisi teknis maupun balapan), bahkan dalam hal-hal yang terkait bisnis, justru menimbulkan kekacauan. Juga tidak jadi solusi atas isu besar yang sedang dihadapi olahraga kita yang tercinta. Dalam beberapa kasus, perubahan aturan itu justru membahayakan masa depan F1.”

”Kami sampai pada kesimpulan bahwa pengambilan keputusan di olahraga ini sangatlah kuno dan cacat secara struktur. Mereka menghalangi terwujudnya kemajuan, bahkan bisa menimbulkan gridlock. Jalan buntu,” lanjut surat itu.

Menulis surat adalah sebuah langkah luar biasa dari GPDA. Meskipun, mereka dengan hati-hati tidak menyebut nama supreme F1 Bernie Ecclestone sama sekali. Bahasanya pun dibuat cukup halus.

Namun, dari bahasanya, tampak jelas mereka resah akan beberapa hal. Misalnya, aturan double point yang diterapkan pada 2014, perubahan format kualifikasi tahun ini, hingga pembatasan komunikasi radio antara tim dan pembalap.

Concern berikutnya adalah tentang terus menurunnya penonton F1 di televisi. Itu adalah respons dari rencana F1 menjual hak siar eksklusif dengan Sky Sports. Benar saja. Beberapa jam setelah surat itu diterbitkan, F1 mengumumkan perpanjangan kontrak dengan jaringan televisi asal Inggris tersebut. Efeknya, F1 tidak akan lagi disiarkan secara gratis di televisi Inggris mulai 2019.

Sementara, kontroversi soal kualifikasi tidak happy ending buat pembalap. F1 akan tetap memberlakukan format baru kualifikasi di GP Bahrain pekan depan (3/4/2016). Keputusan itu diambil Strategiy Group dan akan diratifikasi oleh F1 Commission.

Dalam pertemuan itu disepakati format yang pertama kali berlaku di Australia itu akan diberi kesempatan lagi di Bahrain. Meski akan ada sedikit perubahan.

Kabarnya kualifikasi akan berbentuk hybrid, gabungan antara format baru dan lama. Yakni kualifikasi 1 dan 2 (Q1 dan Q2) menggunakan format baru, sedangkan Q3 mengadopsi sistem lama.

Pada sesi kualifikasi seri pembuka F1 di GP Australia pekan lalu, tak hanya pebalap yang kecawa, tapi juga fans. Mereka tak bisa menyaksikan pebalap andalan mereka beraksi hingga waktu kualifikasi berakhir karena setelah 7 menit sudah harus ada pebalap keluar. (jpgrup)

Respon Anda?

komentar