Polisi Kesulitan Jerat Pejudi Gelper

1718
Pesona Indonesia
Para pemain dan wasit yang diamankan di Gelanggang Permainan (Gelper) yang terletak di Komplek Windsor, Nagoya. Foto: Eggi/ batampos.co.id
Para pemain dan wasit yang diamankan di Gelanggang Permainan (Gelper) yang terletak di Komplek Windsor, Nagoya. Foto: Eggi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Puluhan orang yang diamankan saat penggerebekan gelandang permaina (gelper) di semua wilayah di Batam yang disinyalir ada unsur judinya belum ada yang ditetapkan sebagai tersengka. Polisi kesulitan menjerat mereka sehingga statusnya hanya sebagai saksi.

“Lebih banyak karena pelanggaran izin yang dikeluarkan oleh Pemko Batam,” ujar Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika, Minggu (27/3/2016).

Menurut Helmy, untuk menetapkan seorang pejudi sebagai tersangka, harus tertangkap tangan. Pembuktiannya pun paling tidak harus memenuhi tiga unsur, yakni adanya permainan, ketangkasan, serta kesepakatan.

“Kalau mereka tertangkap tangan main judi, bisa kita proses hingga ke meja hijau, kalau tidak kasus gelper ini hanya masuk dalam tindak pidana ringan (Tipiring),” ujar Kapolres.

Kendati demikian, jika keberadaan gelper ini meresahkan warga, maka ia dan jajarannya tetap berkomitmen menutup gelper tersebut hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Terkait pelanggaran perizinan, menjadi kewenangan Pemko Batam selaku yang mengeluarkan izin. Apakah izinnya dicabut permanen atau sanksi lainnya.

“Tapi kami tetap komitmen memberantas semua bentuk perjudian,” ujarnya. (eggi)

Baca Juga:
> Siap-siap, Kapolda Bidik Gelper di Tanjungpinang
> Gelper Dunia Fantasi 2 di Nagoya Hill Masih Beroperasi
> Kapolda Kepri Instruksikan Tutup Semua Gelper di Batam
> 78 Orang Terjaring dalam Penggerebekan Gelper di Komplek Windsor
> Kapolres, BPM-PTSP dan Dinas Pariwisata Kota Batam Rapat Koordinasi Soal Gelper
> Warga Resah, Gelper Masuk ke Pemukiman

Respon Anda?

komentar