Subahanallah, Masjid di Rutan yang Terbakar Tak Terjilat Api

1634
Pesona Indonesia
Rutan Malabero  dibakar tahanan yang rusuh pasca razia BNN,  Jumat malam (25/3/2016). Foto: Tusda Adham/Rakyat Bengkulu/JPG
Rutan Malabero dibakar tahanan yang rusuh pasca razia BNN, Jumat malam (25/3/2016). Foto: Tusda Adham/Rakyat Bengkulu/JPG

batampos.co.id – Kerusuhan yang berujung pembakara di Rutan Malabero, Bengkulu, Jumat (25/3/2016) malam tak hanya menghanguskan rutan tersebut, tapi juga menewaskan lima tahanan dan melukai puluhan tahanan lainnya.

Namun ada satu yang tak tersentuh jilatan api. Yaitu masjid yang ada di dalam rutan tersebut.

Selain itu, ruang administrasi juga tak terbakar sehingga data tahanan tidak ada yang hilang atau rusak.

Belum diketahui total kerugian yang diderita atas ludesnya rutan tersebut.

Irjend Kemenkum dan HAM RI bersama tim baru sampai di Bengkulu untuk melakukan pemeriksaan sekaligus menginventarisir dan menghitung kerugian akibat dibakarnya rutan oleh para tahanan itu.

Pembakara itu bermula pasca razia BNNP yang mengamankan 4 tahanan narkoba, salah seorang bernama Aceng.

Kerusuhan tak berhasil dikendalikan 10 petugas BNNP dan Rutan Malabero, sehingga semakin membesar. Puncaknya, ratusan tahanan berhasil menjebol jeruji pagar pembantas antara blok A dengan ruang perkantoran.

Mulai melakukan aksi pembakaran. Api pertama tampak dari bagian depan blok A. Api terus membesar hingga membakar seluruh ruangan di blok A. Sementara blok B tidak ada tahanan atau napi, pascadipindahkan ke Lapas Bentiring.

Akibat kejadian ini, 5 tahanan tewas terbakar dalam kondisi mengenaskan, tinggal tulang-belulang. Selain itu 7 tahanan luka-luka. Lima tahanan tewas merupakan tahanan di kamar No 7 blok A. Sejauh ini belum diketahui identitasnya, masih diidentifikasi polisi.

Api terlihat membumbung tinggi hingga terlihat dari luar Rutan. Warga di sekitar Rutan di Kelurahan Malabero ikut panik, karena api cukup besar dan dikhawatirkan merambat ke rumah warga.(jpnn/jpgrup/nur)

Respon Anda?

komentar