Ayahnya Jadi Pengemis, Marshanda Mengaku Tak Malu

1095
Pesona Indonesia
Marshanda. Foto: instagram
Marshanda. Foto: instagram

batampos.co.id – Nama Marshanda kembali mendadak terkenal, setelah ayahnya Irwan Yusuf, ditangkap Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Minggu (27/3/2016) sore saat sedang mengemis di Jalan Bangka, Jakarta Selatan.

Marshanda kemudian menjenguk ayahnya dan setelah bertemu dia mengakui kalau yang ditangkap itu benar ayahnya.

Nah, melalui instagram-nya, Marshanda kemudian menumpahkan curahan hati seputarĀ  keluarganya, terutama ayahya.

“Nyari foto aslinya tapi udah ilang, jadi pake foto dari hasil googling. Segala sesuatu akan indah pada waktunya. Dan hal ini ngga cuma berlaku untuk orang-orang yang beruntung secara materi, jabatan, sukses karir, atau hal lainnya yang superficial,” tulis Marshanda di @marshanda99, akun yang selama ini identik dengan dia.

Marshanda tak ragu dan tidak malu dengan kondisi terkini keluarganya yang terungkap ke publik.

“Walaupun punya masa lalu yang ‘kurang baik’ di mata masyarakat (bahkan sebagian besar orang menyebutnya ‘aib yang harus ditutup-tutupi’), bukan berarti kita tidak pantas disayangi, diterima, dipahami, dicintai, dan dihormati sebagai seorang individu yang masih bernafas,” ujarnya.

“Papaku orang baik. Dia ngga menipu, ngga meremehkan orang lain, jadi kalo berita seperti ini tentang papa keluar di media saya ngga ngerasa kaget, miris, ataupun malu. Saya menghormati papa seperti apapun dia. Sama halnya dengan bagaimana saya menghormati mama saya,” imbuhnya.

Marshanda menilai, semua orang punya kelebihan dan kekurangan.

“Jangan hanya karena aturan masyarakat yang tidak tertulis, kita jadi hidup nggak pakai hati dan nggak mengenal cinta lagi. Kita dilahirkan untuk tujuan yang nggak jauh dari cinta. We are born for a great purpose. Karena Allah SWT sayang sama semua hamba-Nya. Sebersih atau sekotor apapun badan orang itu di bumi saat ini, setebel atau setipis apapun dompet dan jumlah kartu kreditnya hari ini.. Kita semua sama. Kita semua berhak dihormati, diterima, dan disayangi,” tuklisnya. (jpnn)

Respon Anda?

komentar