Dua Kandidat Rektor UMRAH Tanjungpinang, Adu Visi dan Misi

1329
Pesona Indonesia
Abdul Malik (kiri) dan Syafsir Akhlus foto: fatih / batampos
Abdul Malik (kiri) dan Syafsir Akhlus
foto: fatih / batampos

batampos.co.id – Pemilihan Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang memasuki tahapan penting. Senin (28/3) kemarin di auditorium kampus Dompak, Abdul Malik dan Syafsir Akhlus, dua kandidat calon rektor beradu visi-misi di hadapan dewan senat universitas.

Abdul Malik mendapat giliran pertama. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini dengan tegas menyatakan perlunya sebuah landasan kukuh dalam membangun UMRAH Tanjungpinang sebagai perguruan tinggi terkemuka di bidang maritim.

“Orang Melayu menyebutnya lunas. Tanpa lunas yang kokoh sebuah kapal bisa karam,” kata Malik.

Sakin niscayanya akan keberadaan landasan yang kukuh, Malik menengarai ada beberapa sektor yang mesti dibangun. Hal pertama yang tak mungkin terlupakan adalah penguatan kelembagaan. Sektor ini bisa diawali melalui desentralisasi alias memberikan wewenang sepenuhnya kepada unit kerja kampus untuk melaksanakan program-program kerjanya. Sehingga dengan begitu diyakininya bisa timbul kreativitas masing-masing unit kerja dalam melaksanakan visi menjadikan UMRAH sebagai perguruan tinggi terkemuka.

Termasuk juga dalam penguatan kelembagaan itu adalah meningkatkan akreditasi program studi, kejelasan hukumnya, dan tentu menambah program studi lain yang akan sejalan dengan pengembangan kualitas sumber daya manusia.

“Misalnya seperti membuka Pendidikan Profesi Guru dan program pascasarjana,” kata doktor di bidang filsafat Melayu ini.

Masih dalam rangka membangun landasan yang kukuh, pengembangan SDM adalah sesuatu yang tidak terbantahkan. Baik itu tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan. Dalam ujarannya, Malik mengaku sudah ada perguruan tinggi lain yang siap mendukung peningkatan kualitas dosen-dosen UMRAH.

“Khusus bagi dosen UMRAH, mereka bisa memberikan separuh harga bagi yang ingin melanjutkan studinya. Saya membayangkan 50 persen dari dosen nantinya sudah lulusan doktoral semua,” kata Malik.

Sarana dan Prasarana juga tak luput sebagai asas membangun landasan. Malik menyatakan, selama ini masih banyak fasilitas yang belum berdaya guna maksimal. Karena itu, masih ada kerja keras untuk menambah banyak fasilitas yang lebih representatif guna meningkatkan kualitas UMRAH. Dia antaranya membangun laboratorium praktik, fasilitas seni dan olahraga, hingga perpustakaan yang memadai.

Bila dipercaya mengemban sebagai rektor selama empat tahun ke depan, Malik meyakini landasan yang kukuh itu bakal tercipta.

“Sesempit apapun celahnya, saya akan perjuangkan. Karena UMRAH adalah kita, UMRAH adalah rumah kita,” ucap Ketua Konsorsium Pembentukan UMRAH tahun 2004 silam ini.

Ada pun Syafsir Akhlus, kompetitor Malik, menegaskan, siap melanjutkan amanahnya. Bagi Syafsir, masa kerja sebagai orang nomor satu di UMRAH sejak Juli 2014 silam ini belum selesai. Ada banyak kerja yang mesti dituntaskannya untuk melihat UMRAH sebagai perguruan tinggi terkemuka di bidang maritim.

“Selama hampir dua tahun terakhir ini, kami memang lebih terfokus pada perbaikan manajemen dan kurikulum. Sekarang kami ingin melangkau cita-cita yang lain,” kata mantan Atase Pendidikan KBRI Perancis ini.

Dalam visi seorang Syafsir, kurun waktu empat tahun ke depan memimpin UMRAH adalah fase untuk kian melambungkan nama baik serta prestasi gemilang UMRAH, tidak hanya di jagat nasional bahkan internasional. Itu bisa ditilik dari telah terdaftarnya UMRAH dalam Consortium of Asia Pacific Education University (CAPEU), Indonesia Thailand Rectors Forum, dan France Indonesia Consortium on Engineering and Management (FICEM).

Bila memperoleh kesempatan kedua sebagai Rektor UMRAH periode 2016-2020, Syafsir bakal memfokuskan kerja-kerjanya pada menyiapkan SDM yang unggul, membuat dan mengembangkan sistem pengelolaan yang terpadu, meningkatkan dan memperkuat sarana dan prasarana, memperluas jejaring dan kemanfaatannya, dan menumbuhkembangkan wirausaha untuk peningkatan kesejahteraan.

“Pekerjaan besar ini tentu bakal melibatkan seluruh civitas akademika UMRAH,” ucap Syafsir.

Seluruh visi-misi yang telah disampaikan itu, diharapkan Ketua Panitia Pemilihan Rektor, Winata Wira bisa menjadi pertimbangan bagi jajaran dewan senat yang mengantongi 65 persen suara.

“Karena 35 persen sisanya berada di ranah Kemenristekdikti,” ucapnya.

Direncanakan tahapan pemungutan suara bakal dilangsungkan 13 April mendatang. (muf)

Respon Anda?

komentar