Golkar Tetap Pertahankan HM Asyura sebagai Ketua DPRD Karimun

904
Pesona Indonesia
Ketua DPRD Karimun Hm Asyura (tengah) saat masuk ruang rapat paripurna beberapa waktu lalu. foto: dok
Ketua DPRD Karimun Hm Asyura (tengah) saat masuk ruang rapat paripurna beberapa waktu lalu. foto: dok

batampos.co.id – DPD Partai Golkar bergeming terkait mosi tak percaya 21 anggota DPRD kepada Ketua DPRD HM Asyura. Bahkan surat rekomendasi Badan Kehormatan (BK) DPRD yang meminta usulan pergantian ketua, ditanggapi dingin. Karena partai berlambang pohon beringin ini hanya menilai apa yang disangkakan kepada HM Asyura termasuk kategori pelanggaran ringan.

“Sanksinya hanya ada dua, secara lisan atau tertulis. Ini kalau kita berbicara sesuai aturan. Makanya, tidak ada alasan kami untuk menggantikan HM Asyura ditampuk pimpinan DPRD Karimun,” tegas Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Karimun Raja Bakhtiar saat menghadiri syukuran atas pelantikan Bupati Karimun, Kamis (25/3) lalu.

Lebih tegas lagi, sebut anggota DPRD Kepri ini, BK tidak memiliki hak eksekusi. Dan sejatinya BK hanya memberikan rekomendasi yang seharusnya ditindaklanjuti dengan sidang paripurna.

“Pak Asyura itu terpilih sebagai anggota DPRD itu berdasarkan UU. Dan duduk di kursi Ketua pun bukan dipilih oleh anggota DPRD. Jadi, kami masih memberikan kepercayaan kepada HM Asyura untuk tetap menjalankan tupoksi sebagai ketua,” tegas Bakhtiar.

Jika bersikukuh mempertahankan HM Asyura sebagai ketua, Bakhtiar tidak khawatir partai yang dipimpinnya akan ditinggalkan di dewan. “Tak masalah. Kita kan punya jalur masing-masing,” tutur Bakhtiar.

Meski begitu, Bakhtiar berharap, rekan-rekan DPRD Karimun bisa duduk bersama kembali. Bahkan meminta koleganya di Karimun bisa rendah hati. “Kalau polemik ini berlarut-larut, kita bimbang ketika ada pembahasan menyangkut anggaran, di mana ketua badan anggaran itu di tangan ketua. Jadi kalau HM Asyura terus di-“sandera”, tidak diberikan hak untuk memimpin sidang, maupun tanda tangan akan menimbulkan keresahan. Agar persoalan tidak berlarut-larut, sebaiknya perlu duduk kembali. Dalam artian, rekan-rekan hendaknya rendah hati,” imbuh Bakhtiar. (enl/bpos)

Respon Anda?

komentar