Hasil Pertanian Bintan Berpotensi di Ekspor ke Singapura

1150
Pesona Indonesia
Petani sayur di Bintan.
Petani sayur di Bintan.

batampos.co.id – Pada kunjungan Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Ngurah Swajaya, ke Bintan, beberapa waktu lalu, ada wacana menarik yang dilontarkan. Ngurah melihat bahwasanya potensi pertanian Kabupaten Bintan bisa dipasok ke Negara Singa. Bila segala prasyaratnya sudah memenuhi pasar yang ada, Ngurah dengan sukacita siap memfasilitasinya.

“Saya akan berkomunikasi dengan kementerian terkait di Singapura untuk membicarakan persoalan bagaimana cara meningkatkan kegiatan impor Singapura dari sektor hasil pertanian terutama dari Bintan,” ujar Ngurah.

Itikad baik Ngurah ini disambut secara terbuka oleh Pemerintah Kabupaten Bintan. Namun, Kepala Dinas Kehutanan dan Pertanian Bintan, Ahmad Izhar punya pendapat lain. Menurutnya, alangkah jauh lebih baik bilamana yang digegas bukan saja pangsa pasarnya. “Tapi juga investornya. Bawa modal di sini, terapkan teknologinya di sini, pasti jadi lebih luar biasa,” kata Izhar, kemarin.

Karena wacana penjualan komoditi pangan lokal ke negara jiran ini sebenarnya sudah mencuat sejak lama. Namun, sambung Izhar, para pelaku usaha masih enggan memprioritaskannya lantaran pertimbangan harga yang kerap tidak mengubah suatu pun apa. “Logikanya kalau ketika diekspor harganya lebih murah, lebih bagus jual di sini kan,” ungkap Izhar.

Bila memang nantinya, investasi di bidang pertanian bisa masuk, Izhar meyakini ini bakal menciptakan kondisi berbeda. Karena tidak ada penanam modal yang hendak merugi dari setiap keputusan usahanya. “Kemudian regulasi juga mesti diperhatikan. Harga dan regulasi memang jadi pertimbangan besar sebelum melakukan kegiatan ekspor,” ungkapnya.

Soal kuantitas dari komoditi pangan Kabupaten Bintan sendiri, Izhar menjamin cukup besar. Bahkan mampu tersalurkan tidak hanya di daratan pulau Bintan saja. Kota Batam jadi pasar utamanya selama ini. “Sementara kalau soal kualitas, tentu berani bersaing dengan hasil pertanian dari daerah lain,” ujar Izhar.

Kedatangan investor di bidang pertanian sebenarnya sudah banyak diharapkan. Mengingat Kabupaten Bintan masih punya lahan luas di bidang pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal. “Selama ini rencana investasinya sudah ada. Tapi, kenyataan penanaman modalnya belum jua terwujud,” ungkap Izhar.

Bupati Bintan Apri Sujadi juga menanggapi peluang pasar yang disampaikan Dubes RI untuk Singapura ini patut untuk dijajaki. “Kalau memang menguntungkan, kenapa tidak,” kata Apri.

Bila memang dirasa lebih baik pengusahaannya melalui investasi, Apri juga bakal mulai merancang mekanismenya. Menurutnya, tidak ada yang salah dengan rencana itu. “Pemerintah hanya berpikir bagaimana caranya agar bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat petani. Itu yang mesti jadi skala prioritasnya,” pungkasnya. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar