Kabur Bareng ABG Malaysia, TKI Ditangkap

911
Pesona Indonesia
ilustrasi ABG.
ilustrasi ABG.

batampos.co.id – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Tanggerang bernama Kanta (33) dibekuk anggota Polsek Gunung Kijang di rumah sewaan, Gang Beringin, RT 002/RW 003, Jalan Wisata Bahari, Kelurahan Kawal, Sabtu (26/3/2016) sekitar pukul 16.00 WIB. Kanta dibekuk atas dugaan melarikan remaja 14 tahun warga negara Malaysia berinisial DP.

Bedasarkan laporan polisi Nomor: LP – B /10/ III/2016/Kepri/Res Bintan/Sek Gunung Kijang tertanggal 26 Maret 2016. Pelapor adalah WNI bernama Fatimah,44, asal Aceh. Fatimah awalnya mendapat kabar dari pihak keluarganya yang merupakan WN Malayisa bahwa anaknya kabur dari rumah sejak 19 Maret 2016.

Selidik punya selidik, ternyata anaknya dibawa lari oleh orang yang baru dikenal selama enam bulan bernama Kanta. Beberapa hari kemudian, 22 Maret anaknya dan pelaku melarikan diri dari Malaysia ke Indonesia. Keduanya masuk ke Batam menumpang Kapal Pancung.

Sehari kemudian, 23 Maret pelaku membawa DP ke Tanjungpinang. Lalu pada 24 Maret pelaku dan DP menyewa rumah di Gang Beringin, RT 002/RW 003, Jalan Wisata Bahari, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan.

“Pelaku membawa kabur korban dan tinggal serumah,” ujar Kapolsek Gunung Kijang, AKP Sudirman saat ekspose di kantornya, Minggu (27/3/2016).

Dari laporan yang diterimanya, pelaku dan korban berkenalan di Malaysia sudah enam bulan. Bahkan mereka berdua berpacaran tanpa sepengetahuan pihak keluarga korban di negara jiran tersebut. Dalam menjalin hubungan percintaannya, pelaku berusaha merayu korban bahwa ia serius menjalin hubungan dan ingin membangun bahtera rumah tangga jika korban mau ikut ke Indonesia.

Termakan bujuk rayu pelaku, orbanpun mengikuti segala kemauan pelaku. Mereka kabur dari Malaysia lalu tinggal serumah di rumah sewaan yang berada di Gang Beringin, RT 002/RW 003, Jalan Wisata Bahari, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang.

“Pelaku kita jerat pasal 81 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak atas perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana 15 tahun penjara. Sementara korbannya kita serahkan ke BPMPKB Kabupaten Bintan guna mendapatkan pendampingan,” ungkapnya. (ary/bp/jpnn)

Respon Anda?

komentar