Lagi, WN Malaysia Coba Selundupkan 2.979 Butir Pil Ekstasi ke Karimun

581
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Berbagai cara dilakukan untuk memasukkan

ilustrasi ekstasi
ilustrasi ekstasi

narkotika dari Malaysia ke Tanjungbalai Karimun. Meski pada Rabu (23/3) petugas BC dari Kantor Pengawasan dan pelayanan BC (KPPBC) Tipe Madya Pabean B di Pelabuhan Internasional menangkap seorang penumpang yang membawa sabu sabu seberat 136 gram, pada Sabtu (26/3) sore pukul 17.00 WIB kembali petugas BC menangkap seorang penumpang yang mencoba menyelundupkan 2.979 butir pil ekstasi dari negeri jiran tersebut.

Pria yang ditangkap tersebut adalah Liang Kok Sun, 35, warga negara asing (WNA) yang berasal dari Negeri Sembilan, Malaysia. Pria pemilik paspor A 36674012 ditangkap petugas BC saat akan menuju ke pintu keluar. Sebelum penangkapan dilakukan, petugas BC yang melihat gerak gerik Ling Kok Sun mencurigakan langsung memabwanya ke dalam ruang pemeriksaan.

Staf P2 KPPBC Tipe Madya Pabean B Tanjungbalai Karimun, Jangka melalui telepon genggamnya kepada Batam Pos (group batampos.co.id) secara tidak langsung membenarkan adanya penangkapan satu orang warga Malaysia yang coba menyelundupkan pil ekstasi. ”Senin (28/3) pagi kita akan rilis tentang penangkapan ini,” jelasnya singkat.

Sumber Batam Pos di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun yang tidak mau di korankan namanya menyatakan, pada saat dilakukan pemeriksaan petugas merasa ada yang aneh pada bagian kaki kiri dan kanan WN Malaysia ini. ”Kemudian, diminta untuk membuka celana panjang dan baju yang sedang dipakai. Pada saat dibuka, terlihat pada bagian betis kiri dan kanan ada menempel sesuatu yang diplaster dengan lakban berwarna silver. Kemudian, pada bagian paha kiri dan kanan juga terlihat hal yang sama,” ujarnya.

Dengan temuan yang mencurigakan ini, katanya, pemuda itu pun langsung dibawa staf P2 ke KPPBC Tanjungbalai Karimun untuk dibuka apa yang melilit pada badannya. Singkatnya, ketika plaster yang menempel ditubuh itu dibuka diketahui ada empat bungkusan, tiga bungkusan bekas merek makanan jenis kacang dan satu bungkusan lagi menggunakan kantong plastik biasa.

”Apa yang diketahui merek dari ribuan pil ekstasi yang berhasil diamankan adalah Adidas dengan warna hijau. Belum diketahui secara pasti pemuda asal Malaysia sudah berapa kali keluar masuk Karimun. Yang jelas, tapi kalau dilihat dari paspor yang diamankan kemungkinan baru satu kali,” paparnya. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar