Lahan Pasca Tambang di Tanjungpinang Diperuntukkan Bagi Pemukiman

1057
Pesona Indonesia
Sekitar 400 hektare bekas tambang bauksit Tanjungpinang belum direklamasi. Lahan pasca tambang itu diperuntukkan bagi pemukiman. foto:rpg
Sekitar 400 hektare bekas tambang bauksit Tanjungpinang belum direklamasi. Lahan pasca tambang itu diperuntukkan bagi pemukiman. foto:rpg

batampos.co.id – Kabid Pertambangan Dinas Kelautan Perikanan Pertanian Kehutanan dan Energi (KP2KE) Kota Tanjungpinang, Zulhidayat mengatakan, dari sekitar 1000 hektar lahan pasca tambang yang ada di Kota Tanjungpinang, sebagian besarnya diperuntukkan bagi kawasan pemukiman. Itu sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tanjungpinang.

“Jadi bentuk reklamasinya lebih ke pematangan lahan, bukan reklamasi vegetasi,” ujar Zulhidayat, Minggu (27/3).

Pematangan lahan yang dimaksud, yaitu jika terdapat banyak tumbuhan, maka dilakukan pemotongan tanaman. “Pematangan lahan sesuai dengan kondisi lahan. Intinya untuk mematangkan lahan itu,” ujarnya.

Tapi pihaknya tetap akan menyiasati, bagaimana di kawasan pemukiman tersebut tetap tersedia Ruang Terbuka Hijau (RTH). “10 persen dari total wilayah harus dibuat RTH,” ujarnya.

Dikatakan Zulhidayat, dari 15 perusahaan yang melakukan pertambagan bauksit, baru dua perusahaan saja yang sudah mengajukan permohonan reklamasi.

Proses reklamasi, lanjutnya, tidak menggunakan dana reklamasi yang saat ini ada di BPR Bestari dengan nilai mencapai Rp31 M. Perusahaan yang akan mereklamasi menggunakan biaya sendiri. Jika reklamasi yang dilakukan telah sesuai dengan penilaian, barulah uang jaminan reklamasi tersebut akan dikembalikan kepada perusahaan, berikut bunganya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar