Malik dan Syafsir Beradu Visi di Pemilihan Rektor UMRAH Tanjungpinang

979
Pesona Indonesia
Winata Wira
Winata Wira

batampos.co.id – Panitia Pemilihan Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang telah merampungkan proses verifikasi berkas pendaftaran. Baik Abdul Malik maupun Syafsir Akhlus dinyatakan lulus secara administrasi. Sehingga berlanjut ke tahapan selanjutnya.

“Semuanya on schedule. Verifikasi sudah beres. Besok (hari ini, red) penyampaian visi-misi,” kata Ketua Panitia Winata Wira, Minggu (27/3) di Tanjungpinang.

Acara penyampaian adu visi-misi ini diselenggarakan secara terbuka di auditorium kampus di Pulau Dompak. Wira menjelaskan adu visi-misi keduanya bila terpilih sebagai rektor selama empat tahun ke depan ini adalah tahapan guna menimbang jajaran dewan senat, selaku pihak empunya suara, sebelum memilih di antara dua kandidat yang sudah resmi mendaftar ini.

“Masing-masing pasti punya visi-misi bila terpilih menjadi rektor. Karena itu perlu kiranya diberi kesempatan pada keduanya untuk memaparkannya di depan jajaran dewan senat sebagai bahan pertimbangan sebelum pemilihan,” ungkap Wira.

Sebelumnya, masing-masing calon rektor UMRAH Tanjungpinang ini mengaku punya tugas berat ke depannya bila dipercaya mengemban amanah sebagi rektor. Prinsipnya, kata Malik, ada tiga hal masuk dalam kerja-kerja prioritas. “Kelembagaan, pengembangan SDM, dan perbaikan sarana-prasarana,” ucap Doktor Filsafat Melayu ini.

Tiga agenda prioritas kerja ini yang bakal menjadi fokus Malik bila dipercaya sebagai rektor selama empat tahun ke depan. Semua itu kata dia masih satu arus dalam mewujudkan UMRAH Tanjungpinang sebagai perguruan tinggi terkemuka di bidang maritim.

Dihubungi terpisah, Syafsir Akhlus juga mengatakan, pekerjaan membangun UMRAH Tanjungpinang belum selesai. Menurut Guru Besar ITS ini, masih ada banyak hal yang mesti dilakukan menuju UMRAH sebagai kampus terkemuka. “Masih banyak PR yang belum diselesaikan. Dan kami siap bekerja keras untuk itu,” ujarnya.

Di antara yang bakal dikerjakan di tahun-tahun hadapan bila kembali dipercaya meneraju UMRAH, Syafsir menitikberatkan pada perbaikan SDM. “Baik itu secara kapabilitas maupun sikapnya,” ungkapnya.

Soal menjadikan UMRAH sebagai perguruan tinggi terkemuka di bidang maritim, Syafsir menyatakan kerja yang masih menanti adalah perbaikan kualitas program studi sehingga bisa meraih akreditasi yang lebih tinggi. Termasuk juga di dalamnya adalah kemungkinan membuka jurusan-jurusan studi baru yang sudah dirancang. “Menjadikan UMRAH sebagai kampus terkemuka masih dan akan selalu menjadi cita-cita semua civitas akademika,” pungkasnya. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar