Masyarakat Natuna Keluhkan Lapangan Pekerjaan dan Ekonomi yang Lesu

754
Pesona Indonesia
Ketua DPRD Natuna, Yusripandi . foto:aulia rahman/batampos
Ketua DPRD Natuna, Yusripandi . foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Ketua DPRD Natuna Yusripandi mengatakan, kelesuan ekonomi masih menjadi keluhan sebagian besar masyarakat Natuna saat ini. Penyebabnya, tidak adanya lapangan pekerjaan. Sementara pembangunan belum juga bisa dilaksanakan pemerintah.

“Masyarakat masih mengeluhkan ekonomi yang lesu. Duit sulit didapat, ini yang kami temukan dalam masa reses kemarin,” ungkap Yusripandi, Minggu (27/3).

Yusripandi mengatakan, sebagian masyarakat Natuna hanya bergantung pada berpenghasilan dari olahan alam. Baik itu nelayan, petani dan buruh lepas atau pekerja serabutan.

Kondisi sekarang pekerja lepas dan serabutan tidak dapat bekerja, karena sangat bergantung pada kegiatan pembangunan pemerintah daerah karena minimnya lapangan pekerjaan. Yang paling menyedihkan pekerja serabutan, pemecah batu, penambang pasir tradisional belum bisa menikmati hasil karena tidak ada pekerjaan pembangunan.

“Memang saat ini, ekonomi masyarakat sangat bergantung pada proyek-proyek pemerintah, masyarakat bisa ikut bekerja, dan menjual batu olahan dan pasir yang sudah tambang, apalagi sekarang keluhan bertambah dari kalangan nelayan budidaya,” sebut Yusripandi.

Yusripandi berharap, pergantian kepala daerah mendatang lebih membuat kebijakan yang bisa menyentuh pada ekonomi masyarakat. Lebih menggairahkan ekonomi masyarakat yang sudah lesu, sebagai dampak dari defisit anggaran dan tidak adanya pekerjaan proyek pemerintah daerah.

“Memang dana desa sangat membantu, tapi saat ini masih perlu proses. Tapi kedepannya ekonomi masyarakat bukan bergantung dari proyek pemerintah, tapi lapangan pekerjaan,” ujar Yusripandi.

Saat ini masyarakat Natuna yang memiliki pekerjaan tetap hanya di pemerintahan, jumlah sekitar 5.000. Sementara jumlah penduduk Natuna berdasarkan daftar pemilih pada pilkada 9 Desember lalu berjumlah 50.881 jiwa.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar