Menunggu Keberanian Kejati Tetapkan Tersangka Kasus Mess Pemda Anambas

676
Pesona Indonesia
Kantor Kejati Kepri
Kantor Kejati Kepri

batampos.co.id – Salah seorang pengamat hukum yang juga merupakan tokoh masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas, Fadhil Hasan, mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu keberanian Kejati Kepri untuk menetapkan tersangka dalam kasus Mess Pemda Anambas yang ada di Tanjungpinang.

Fadhil, menegaskan apabila ada penetapan tersangka nanti jangan sampai yang ditetapkan itu adalah tumbal sedangkan aktor intlektualnya masih melanggang bebas dan seperti tidak punya masalah. “Kita tunggu keberanian Kejati menetapkan tersangka pada kasus Mess Pemda. Pointnya jangan dikorbankan orang tidak bersalah, penanggung jawabnya harus kena, jangan tebang pilih,” ungkapnya melalui telepon genggamnya, Minggu (276).

Menurut penilaiannya, dalam kasus ini sudah jelas siapa ketua timnya. Sementara ada pegawai yang hanya sifatnya plt sibuk bolak balik dipanggil Kejati, “Saya khawatir ada yang dikorbankan padahal tidak ada aliran dana ke dia,” katanya.

Fhadil dengan tegas siap mendatangi Kejati apabila dalam penetapan tersangka kasus mess pemda ini tebang pilih dan mengorbankan salah satu oknum saja. “Mengingat Selama ini yang dikorban orang kecil salah satu contoh dana DPID. Hasil sidang sudah jelas kenapa tidak ditindak lanjuti, hakim sudah perintahkan, namun tidak ada tindak lanjuti, saya khawtir kasus ini seperti dana DPID,” terangnya.

Dengan tegas dimedia, kata Fhadil, jaksa sudah menyampaikan melalui pernyataannya yang mengatakan tersangka lebih dari satu, ada tiga kasus yang akan naik sesudah kasus dana bansos Batam, kasus anggota DPRD Natuna, lalu kasus Mess Pemda Anambas dan asrama. Paling banyak tersangka dan lebih dari dua orang tersangkanya adalah mes pemda.

“Minta tolong dengan penyidik kejati, poinnya kasus ini tegakkan hukum, harus diusut dengan jelas, dan juga minta wartawan untuk mengawal kasus tersebut pertanyaan saat ini siapa tersangka,” jelasnya.

Sementara itu Pihak Kejati Kepri belum bisa menyebutkan siapa-siapa nama para calon tersangka dalam kasus tersebut. Kasi Penkum, Wiwin Iskandar, ketika dihubungi melalui telepon pribadinya tidak diangkat. Ketika di-SMS apakah benar akhir Maret ini akan ada tersangka dalam kasus ini, tidak ada jawaban. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar