Pelantikan Pendeta Ricuh, Ratusan Polisi Disiagakan di Gereja

523
Pesona Indonesia
Pihak kepolisan siaga dalam unjuk rasa para jemaat gereja HKBP Sumbersari di jalan Rokan 1 Kecamatan Lima Puluh Rokan, Pekanbaru, Riau, yang menolak pelantikan pendeta, Minggu, (27/3/2016). foto: Sakiman/RIAUPOS
Pihak kepolisan siaga mengamankan jemaat gereja HKBP Sumbersari di jalan Rokan 1 Kecamatan Lima Puluh Rokan, Pekanbaru, Riau, yang berdemo menolak pelantikan pendeta, Minggu, (27/3/2016). foto: Sakiman/RIAUPOS

batampos.co.id – Ratusan jemaat HKBP Ressort Sumbersari, tepatnya di Jalan Rokan I, Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru, Riau, melakukan unjukrasa, Minggu (27/3) pagi. Mereka menolak adanya pelantikan pendeta baru, Kepas Purba STh di gereja tersebut.

Untuk mengamankan situasi yang mulai ricuh, sebanyak 200 personel gabungan Polda Riau dan Polresta bersenjata laras panjang pun langsung disiagakan di gereja tersebut. Pengamanan yang dilakukan kepolisian tersebut terkait penolakan rencana pelantikan pendeta di gereja tersebut.

Pihak kepolisian berusaha melakukan mediasi dengan pimpinan HKBP guna menenangkan jemaat yang berencana akan menggagalkan pelantikan tersebut.

Pantauan Riau Pos (Jawa Pos Group), beberapa spanduk dipampang di gedung HKBP, Jemaat HKBP Sumbersari (Ressort Sumber Sari). Dalam spanduk itu jelas tertulis menolak keras pelantikan pendeta Kepas Purba STh karena berlawanan dengan AP HKBP pasal 25 poin 1.5 ayat b hal. 122. Kemudian mereka juga menolak pelantikan pendeta yang lain dan tetap mempertahankan pendeta Kana Silitonga M Div sebagai pendeta Ressort yang sah.

Sebelum adanya pengembalian nama baik pendeta Kana Silitonga M Div. Ratusan jemaat masih bertahan di halaman Ressort HKBP dengan pengaman personel kepolisian yang ketat.

Hingga sekitar pukul 14.00 WIB pihak kepolisian masih berjaga-jaga untuk mengamankan lokasi. Sebelumnya, Saat pihak Gereja Persatuan Indonesia (PGI) ingin melakukan pelantikan, sejumlah jemaat mencoba menghentikannya hingga suara keributan pun pecah dari dalam gedung.

Waka Polresta Pekanbaru AKBP Sugeng Putut Wicaksono, SIk mengatakan, bahwa pihaknya di lokasi tersebut hanya melakukan pengamanan saja.

“Tidak ada perbuatan anarkis yang kita temukan, dari hasil mediasi yang dilakukan agar pihak pemimpin gereja bisa menyelesaikan permasalahan ini sehingga tidak ada lagi penolakan. Saat ini acara pelantikan kita hentikan demi keamanan,” tutup Putut.(JPG)

Respon Anda?

komentar