Pencuri Spesialis Rumah Kosong Jual Hasil Curian di Medsos

736
Pesona Indonesia
Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Wahyu Norman menunjukkan tersangka dan barang bukti pencurian di Mapolsek Tanjungpinang Timur, Minggu (27/3). Foto:Yusnadi/Batam Pos
Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Wahyu Norman menunjukkan tersangka dan barang bukti pencurian di Mapolsek Tanjungpinang Timur, Minggu (27/3). Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – DH (23) dan RH (25), dua pelaku pencurian spesialis rumah kosong yang ditangkap jajaran Polsek Tanjungpinang Timur, mengaku melakukan pencurian untuk menutupi keperluan sehari-hari. Selain itu keduanya pelaku tersebut juga tidak mengingat lagi berapa kali mencuri dan menjual barang hasil kejahatannya.

”Kami bongkar rumah menggunakan pahat dan obeng. Hampir setiap minggu kami beraksi,” ujar kedua pelaku tersebut, saat ekspose kasus tersebut di Polsek Tanjungpinang Timur, Minggu (27/3).

Salah satu pelaku, RH, mengatakan dalam melakukan aksinya ia hanya membantu mengangkat barang curian kemudian menjualnya melalui media sosial (medsos) dan kepada rekan-rekannya. Sedangkan yang mengobok-obok rumah korbannya yakni DH.

”Biasanya kami mencuri pada pagi hari. Hasil curian kami jual tergantung besar kecilnya barang. Seperti contoh televisi kami jual dengan harga Rp 400 ribu,” kata RH.

Sementara itu, Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Wahyu Norman Hidayat mengatakan pengungkapan dan penangkapan terhadap kedua pelaku dilakukan jajarannya setelah menerima laporan dari korban Suyitno.

”Pengungkapan ini kerjasama tim Buser Satreskrim Polres dan unit Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur yang melakukan penyelidikan setelah menerima laporan dari korban,” ujar Norman, Minggu (27/3).

Dikatakan Norman, dari hasil pemeriksaan terhadap kedua pelaku, mereka sudah menjalankan aksinya selama enam bulan dari bulan Oktober tahun 2015 hingga tertangkap beberapa hari yang lalu.

”Awalnya kedua pelaku mengaku menjalankan aksinya sebanyak 12 TKP. Namun, dari hasil pengembangan ternyata mereka sudah 20 kali mencuri,” kata Norman.

Dilanjutkan Norman, sebelum melakukan aksinya, modus yang digunakan tersangka yakni mengelilingi dahulu untuk mencari rumah kosong. Setelah mendapatkan target, mereka berpura-pura menjadi tamu untuk memastikan bahwa rumah tersebut kosong.

”Dari tangan kedua tersangka kami mengamankan tiga televisi, satu sepeda motor, sembilan handphone, satu laptop, satu printer, enam buah jam tangan, satu camera digital, satu proyektor, satu mesin air, satu kalung emas, empat tabung gas, obeng, besi pahat dan satu sangkur,” ucap Norman.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, jelas Norman, kedua tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

”Mereka sudah dijebloskan ke penjara. Nantinya kami akan berkoordinasi dengan Jaksa untuk memperberat hukuman kedua pelaku ini,” pungkas Norman.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar